Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kematian Akibat Kasus Kanker Serviks Tinggi, Bali Genjot Vaksinasi Kanker pada Siswa

Marsellus Pampur • Kamis, 12 Desember 2024 | 16:24 WIB

 

Ilustrasi kanker
Ilustrasi kanker

RadarBuleleng.id - Kasus kematian akibat kanker serviks menjadi perhatian serius. Sebab kasus itu terbukti memicu kasus kematian yang tinggi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kanker serviks merupakan kasus kanker tertinggi kedua. 

Penyakit itu juga menjadi penyakit paling berisiko bagi perempuan di Indonesia. Hingga 2022, tercatat ada 36.964 kasus. 

Angka kematian akibat penyakit tersebut tergolong tinggi. Sebanyak 50 persen perempuan yang didiagnosis menderita kanker leher rahim meninggal. Pemicunya lambat terdeteksi. Penyakit itu baru terdeteksi pada stadium lanjut. 

Hal itu terungkap dalam edukasi kanker rahim di SMP Dwijendra Denpasr, pada Rabu (11/12/2024).

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine mengatakan, kanker leher rahim merupakan penyakit mematikan dan menjadi salah satu beban pembiayaan negara tertinggi. 

Sebenarnya, penyakit akibat kanker leher rahim bisa dicegah. Caranya, melalui proses imunisasi. 

Sebagai upaya percepatan, pemberian imunisasi gratis yang terintegrasi dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi anak perempuan usia 11 dan 12 tahun, atau setara siswa kelas 5 dan atau kelas 6 SD. 

Prima mengklaim, cakupan imunisasi HPV di Indonesia sudah cukup baik saat ini. Bahkan Bali menjadi salah satu provinsi dengan cakupan imunisasi HPV terbaik.

"Namun, bukan tanpa tantangan. Sosialisasi yang belum maksimal menjadi salah satu tantangan yang perlu kita atasi bersama," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. I Nyoman Gede Anom menjelaskan, guna mencegah terjadinya kanker rahim, maka perlu dilakukan kejar imunisasi HPV di seluruh kabupaten/kota di wilayah Bali. 

”Hal ini agar dapat terlaksana dengan baik dan mencapai akses cakupan yang tinggi dan merata. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan edukasi ini, puluhan siswi kelas IX SMP Dwijendra menerima imunisasi HPV sebagai langkah awal untuk kejar imunisasi HPV di wilayah Bali," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kanker serviks #kesehatan #kanker leher rahim #kanker #imunisasi