SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kondisi psikologis ibu hamil ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan dan perkembangan janin.
Hal tersebut perlu menjadi perhatian, tidak hanya bagi calon ibu, tetapi juga lingkungan sekitar, terutama keluarga.
Kehamilan hingga proses kelahiran disebut sebagai anugerah besar bagi pasangan suami istri.
Bagi seorang perempuan, masa ini menjadi momen penting karena statusnya meningkat dari seorang wanita menjadi seorang ibu.
Sejak saat itu pula, anak mulai belajar dari ibunya. Filosofinya, rahim adalah sekolah pertama bagi anak.
”Kalau ingin punya anak yang berkualitas, rajin, cerdas, dan sehat, mulailah dari ibunya. Jagalah kehamilan dengan baik, berperilaku, berkata, dan berpikir positif. Output-nya akan lahir anak sehat dan berkarakter,” ujar dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., dokter spesialis kandungan di Buleleng.
Dokter yang akrab disapa Dokter Caput itu mengungkapkan, menjaga mental ibu hamil tidak bisa dilakukan seorang diri.
Lingkungan, khususnya keluarga, harus memberi dukungan agar ibu tetap waras dan bahagia. Sebab, masa kehamilan bisa jadi mudah, tetapi juga bisa berat dijalani.
Ia menekankan peran suami sangat penting untuk selalu mendampingi dan menciptakan suasana nyaman bagi istrinya.
Lingkungan yang aman dan tenang akan membantu pertumbuhan bayi dalam kandungan lebih optimal.
”Kalau ibunya malas saat hamil, jangan harap anaknya rajin. Kalau ibunya aktif, misalnya sambil sekolah, anak juga akan merekam aktivitas itu dan merangsang tumbuh kembangnya,” jelasnya.
Dokter Caput menambahkan, kehamilan harus dijalani dengan rasa syukur. Sebab, kondisi psikologis ibu sangat memengaruhi perkembangan janin hingga lahir menjadi bayi.
”Pastikan ibu merasa nyaman, memberi contoh yang baik, karena ibu adalah guru pertama anak,” tegasnya.
Selain psikologis, Dokter Caput juga menyoroti tren persalinan di masyarakat. Menurutnya, banyak ibu yang kini lebih memilih operasi caesar ketimbang melahirkan normal. Padahal, persalinan normal memiliki manfaat besar bagi kesehatan bayi.
”Saat lahir normal, anak terpapar mikrobiota ibu dari jalan lahir. Itu membantu membentuk mikrobiota usus, penting untuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Mikrobiota yang seimbang bisa melindungi anak dari penyakit dan alergi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses persalinan normal juga menjadi bentuk perjuangan pertama bayi.
”Anak di kandungan sedang berjuang melewati jalan sempit untuk mendapatkan kehidupan. Itu proses awal mengajarkan anak bahwa hidup adalah perjuangan untuk mencapai tujuan,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya