Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kubutambahan Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, 300 Nelayan Didorong Lebih Sejahtera

Francelino Junior • Selasa, 2 Juni 2026 | 04:40 WIB
POTENSIAL: Sosialisasi Kampung Nelayan Merah Putih ke nelayan Desa Kubutambahan. Potensi bahari yang dimilikinya, membuat Desa Kubutambahan berpotensi ditetapkan dalam program Presiden RI, Prabowo Subianto. (Pemdes Kubutambahan)
POTENSIAL: Sosialisasi Kampung Nelayan Merah Putih ke nelayan Desa Kubutambahan. Potensi bahari yang dimilikinya, membuat Desa Kubutambahan berpotensi ditetapkan dalam program Presiden RI, Prabowo Subianto. (Pemdes Kubutambahan)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, dilirik sebagai kawasan prioritas pengembangan ekonomi maritim nasional. 

Desa pesisir yang memiliki potensi bahari cukup besar itu rencananya akan masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan nelayan melalui pengembangan infrastruktur dan tata kelola sektor perikanan yang lebih terintegrasi.

Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengatakan, desa yang dipimpinnya memiliki sekitar 300 orang nelayan aktif. 

Jumlah tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama sehingga Kubutambahan dinilai layak menjadi lokasi pengembangan program nasional tersebut.

Menurutnya, konsep Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan mengarah pada sistem sentralisasi pengelolaan hasil tangkapan ikan. 

Dengan pola itu, nelayan diharapkan tetap memiliki kepastian ekonomi, baik saat musim ikan melimpah maupun ketika hasil tangkapan menurun.

”Rencana ini sudah ditindaklanjuti bersama nelayan. Nanti akan ada sentralisasi. Sehingga saat ada atau tidak ada ikan, nelayan tetap sejahtera,” ujar Pariadnyana.

Ia menjelaskan, selama ini kelompok nelayan di Desa Kubutambahan tersebar di sejumlah titik, seperti kawasan Segara, Ponjok, Kuta Banding, hingga Tukad Ampel. Setiap kelompok rata-rata terdiri dari 10 orang hingga 15 orang nelayan.

Adapun hasil tangkapan utama nelayan setempat meliputi ikan cakalang, tompek, hingga cumi-cumi. Hasil laut tersebut selama ini dipasarkan ke sejumlah daerah di Bali, termasuk Denpasar dan Jembrana.

”Hasil tangkapan seperti ikan cakalang, tompek (mahi-mahi), ada cumi juga. Rata-rata yang ambil dari Denpasar, Jembrana,” lanjutnya.

Selain memperkuat sistem pemasaran hasil tangkapan, program Kampung Nelayan Merah Putih juga disebut akan mempermudah akses nelayan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). 

Nantinya nelayan tidak lagi direpotkan dengan syarat tambahan seperti surat rekomendasi dalam proses pembelian BBM.

Pemerintah Desa Kubutambahan sendiri mengaku selama ini telah berupaya mendukung sektor perikanan melalui berbagai bantuan sarana dan prasarana bagi nelayan, termasuk pemberian motivasi dan pendampingan.

Karena itu, pihak desa berharap seluruh nelayan ikut bersama-sama menjaga dan mengawal potensi perikanan lokal agar bisa berkembang lebih maksimal.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan desa, sektor kelautan di Kubutambahan diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kampung nelayan #nelayan #perikanan #kubutambahan #buleleng