Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mencicipi Lontong Cap Go Meh. Hidangan Wajib saat Tahun Baru Imlek

Juliadi Radar Bali • Kamis, 13 Februari 2025 | 22:13 WIB
HIDANGAN WAJIB: Wanita di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra menyiapkan lontong cap go meh.
HIDANGAN WAJIB: Wanita di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra menyiapkan lontong cap go meh.

RadarBuleleng.id - Masyarakat Tionghoa merayakan hari raya Cap Go Meh, kemarin (12/2/2025).

Perayaan itu dilakukan dengan meriah. Seperti yang terlihat di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan.

Umat bukan hanya sibuk menyiapkan sarana persembahyangan. Para ibu juga sibuk menyiapkan hidangan lkuliner berupa ontong Cap Go Meh bagi umat. 

Para-para ibu lontong, sayuran, dan menu makanan lainnya. Bahkan sejumlah hidangan sudah disiapkan sejak Senin (10/2/2025).

Kemarin, mereka menghidangkan lontong Cap Go Meh kepada umat. Makanan itu terdiri dari lontong, sambal goreng, hati ayam, opor ayam, sayur lodeh, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, dan sambal.  

Lontong Cap Go Meh sudah menjadi hidangan wajib bagi mereka. Bahkan umat rela menyiapkan hidangan itu sejak dua hari sebelumnya.

Baca Juga: Agar Tidak Sial, Ratusan Orang Ikut Ritual Tolak Bala

Ketua Bidang Kerohanian Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan, Shian Lie mengatakan, Cap Go Meh jatuh pada purnama pertama di Tahun Baru Imlek.

Yang menarik, dari perayaan Cap Go Meh adalah memiliki ciri khas dan keunikan wajib menghidangkan Lontong Cap Go Meh. 

Lontong dinikmati saat usai melaksanakan persembahyangan di Kongco dan Vihara. 

"Lontong Cap Go Meh ini sebenarnya sebagai tradisi, sedikit atau banyak Lontong Cap Go Meh dibuat namun wajib harus disajikan menjadi menu makanan utama saat perayaan," terangnya.

Menurutnya, lontong Cap Go Meh menurut tradisi leluhur adalah perlambangan umur lebih panjang. Bentuk lontong yang panjang dianggap melambangkan panjang umur. 

Sementara telur melambangkan keberuntungan. Santan yang dibumbui kuah kunyit berwarna keemasan atau kuning adalah keberuntungan, kemakmuran, dan kekayaaan.

"Sehingga ketika Cap Go Meh digelar warga Tionghoa usai bersembahyangan wajib menyantap Lontong Cap Go Meh," tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#lontong #tionghoa #cap go meh