Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TPA Suwung Bakal Ditutup, Pusat Siapkan Pembangkit Listrik Sampah di Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:11 WIB

 

CEK TPA: Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kemeja putih pakai topi) saat mengunjungi TPA Suwung di Denpasar.
CEK TPA: Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kemeja putih pakai topi) saat mengunjungi TPA Suwung di Denpasar.

RadarBuleleng.id – Pemerintah pusat segera menghentikan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan implementasi program Waste to Energy (WtE), yang ditarget rampung izinnya akhir 2025.

Hal itu diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA Suwung, Denpasar, pada Selasa (27/5/2025). 

Hanif tampak didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Menurut Hanif, Denpasar menjadi salah satu kota yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah. 

Waste to Energy kita dukung sepenuhnya. Bali menjadi salah satu titik prioritas yang akan kami ajukan ke Bapak Presiden untuk disetujui pembangunannya,” ujarnya.

Program ini akan menyasar daerah dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari. 

Pembangunan fisik WtE ditarget dimulai pada awal 2026 dan akan dikawal langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum.

Setelah pembangkit rampung, lanjut Hanif, listrik hasil olahan sampah akan langsung disambungkan ke PLN. Bali akan mendapatkan subsidi pembelian tenaga listrik sebagai kompensasi. 

“Bulan Juli kami mulai menyusun regulasinya. Kepada Walikota dan Gubernur, kami minta dua hal. Pertama, siapkan sistem WtE dan memastikan stok sampah minimal 1.000 ton per hari. Ini angka optimal untuk mengubah sampah jadi energi listrik,” bebernya.

Terkait keberadaan TPA Suwung, Hanif menegaskan bahwa penutupan penuh TPA merupakan kewenangan Menteri Pekerjaan Umum. Namun, dirinya memastikan praktik open dumping akan segera dihentikan. 

“Saya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, hanya berwenang menutup aktivitas open dumping,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik program WtE. 

Ia menyatakan bahwa Pemkot Denpasar berkomitmen mendukung upaya pemerintah pusat dalam penanganan sampah berkelanjutan.

Untuk jangka pendek, Denpasar terus menguatkan pengelolaan sampah dari sumbernya. 

Saat ini terdapat 24 TPS 3R, lebih dari 1.000 Teba Modern, 342 bank sampah, serta satu pusat daur ulang yang aktif beroperasi. Semua fasilitas itu turut menekan volume sampah menuju TPA Suwung.

“Peran masyarakat dalam memilah sampah sangat penting. Kami akan terus mengoptimalkan pengolahan berbasis sumber, sembari mendukung program jangka panjang berupa Waste to Energy,” tandas Jaya Negara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #menteri #wayan koster #lingkungan hidup #denpasar #sampah #Open Dumping #tpa #tpa suwung #pln