Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tim SAR Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Korban Diduga Masih Terjebak di Kapal

Eka Prasetya • Minggu, 6 Juli 2025 | 16:15 WIB

 

PENYISIRAN: Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di perairan Selat Bali, untuk mencari korban KMP Tunu Pratama Jaya.
PENYISIRAN: Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di perairan Selat Bali, untuk mencari korban KMP Tunu Pratama Jaya.

RadarBuleleng.id - Upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya sudah memasuki hari kelima. Namun hingga kini, tim SAR belum menemukan korban dari kapal yang tenggelam di perairan Selat Bali itu.

Tim SAR kini mengubah strategi pencarian. Termasuk menambah armada yang melakukan penyisiran di perairan Selat Bali, hingga ke perairan selatan Pulau Bali maupun Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada pencarian hari ini (6/7/2025), armada laut dan armada udara akan dikerahkan untuk melakukan penyisiran di perairan selatan Pulau Bali.

Armada laut juga akan melakukan penyisiran di perairan sisi timur Banyuwangi hingga ke arah selatan.

Sementara di darat, tim SAR Gabungan akan melakukan penyisiran di sepanjang pantai. Guna mengantisipasi adanya korban yang hanyut hingga terdampar ke pantai.

Selain itu, tim SAR Gabungan juga mendapat armada pendukung tambahan dari TNI Angkatan Laut.

KRI Fanildo 732 dan helikpter Phanter dari Koarmada II di Surabaya, akan memperkuat tim SAR.

Baca Juga: Cari Kejelasan Korban Hilang, Keluarga Datangi Posko Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya. Kapal Diperkirakan Berada di Kedalaman 50 Meter

Kapal dan helikopter itu memiliki peralatan sonar. Sehingga mampu mendeteksi benda-benda yang ada di bawah air.

Kedua armada itu fokus melakukan penyisiran di perairan Selat Bali, guna mengetahui secara pasti bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Rabu (2/7/2025) dini hari.

Selain itu TNI AL juga mengerahkan 22 orang tim penyelam yang siap melakukan penyelaman di perairan dalam. Para penyelam itu berasal dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Jika kondisi memungkinkan, para penyelam itu disiapkan untuk melakukan penyelaman pada bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Guna mencari keberadaan korban yang mungkin saja terjebak pada kapal.

“Para penyelam ini sudah dipersiapkan dengan melakukan medical check up di RSUD Banyuwangi. Termasuk menyiapkan peralatan pendukung penyelaman,” ungkap Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno.

Dalam proses pencarian Minggu (6/7/2025) hari ini, tercatat ada dua unit helikopter, dan 13 unit armada laut yang dikerahkan melakukan penyisiran.

Cuaca pada pencarian hari ini diprediksi masih kurang mendukung untuk melakukan pencarian. Kondisi cuaca di wilayah perairan selat Bali diperkirakan berawan tebal hingga hujan ringan. 

Kecepatan angin berkisar pada angka 4-20 knots, ketinggian gelombang di kisaran 0,5–2 meter, dengan jarak pandang antara 3–8 km. Sementara kecepatan arus 1,5-2 meter per detik ke arah selatan.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 30 orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, 6 orang meninggal dunia, dan 29 orang masih dinyatakan hilang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #kopaska #Sonar #banyuwangi #tni al #kri #selat bali #pantai #KMP Tunu Pratama Jaya #laut #udara #helikopter #armada #basarnas #kapal #penyelam #sar #tenggelam #bangkai