Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pusat Kucurkan Anggaran Rp 1,2 Triliun ke Bali. Bangun Pelabuhan Perikanan Internasional

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 25 Juli 2025 | 18:58 WIB

 

HASIL MELIMPAH: Nelayan mengangkut ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.
HASIL MELIMPAH: Nelayan mengangkut ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

RadarBuleleng.id – Pemerintah pusat akan mengucurkan anggaran hingga Rp 1,2 triliun ke Provinsi Bali. Dana tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. 

Proses revitalisasi akan dimulai pada November 2025. Targetnya revitalisasi pelabuhan sudah tuntas pertengahan 2028. 

Proyek prestisius itu dirancang untuk menjadikan PPN Pengambengan sebagai pusat aktivitas perikanan tangkap modern yang terintegrasi dari hulu ke hilir, serta terkoneksi dengan pasar global.

Proyek ini juga akan melibatkan reklamasi dan pengerukan perairan agar kapal-kapal besar dengan kapasitas di atas 30 GT bisa bersandar. 

Kapasitas pelabuhan ditingkatkan dari 1.273 kapal menjadi 1.600 kapal, dengan target peningkatan produksi dari semula 61.300 ton per tahun menjadi 124.000 ton per tahun.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, memimpin langsung sosialisasi proyek ini di Gedung Wisma Sabha Utama, Denpasar. Hadir pula Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta para pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.

Didit menjelaskan, PPN Pengambengan akan menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) 2025–2029 dan mendukung program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota. 

Pelabuhan akan dilengkapi pasar ikan modern, area UMKM, cold storage, galangan kapal, hingga sentra kuliner.

“Ini akan jadi Integrated Fishing Ports and International Fish Market (IFP-IFM). Kita rancang bersih, modern, tidak bau, dan tidak berlalat,” tegas Didit.

Ia memastikan masyarakat lokal akan dilibatkan dalam pengembangan pelabuhan, bukan malah tersingkirkan. 

Ia meyakini pelabuhan akan menyerap hingga 25 ribu tenaga kerja. Naik drastis dari kondisi saat ini yang hanya 8.800 orang.

Dari sisi pendapatan negara, potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga diprediksi melonjak menjadi Rp 104 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 48 miliar.

Nantinya pemerintah juga akan memindahkan aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa ke Pengambengan. Benoa nantinya akan fokus sebagai pusat pariwisata laut (tourism hub).

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyambut antusias rencana ini. Menurutnya, desain pelabuhan sangat mirip dengan pasar ikan modern di Jepang dan Thailand.

“Jembrana akan punya pasar ikan modern yang bersih, bebas lalat, dan punya sentra kuliner yang hidup. Bahkan ke depan, hotel dan restoran di seluruh Bali bisa disuplai dari sini,” ungkap Giri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Putu Sumardiana, menegaskan bahwa pembangunan ini tidak akan merusak ekosistem laut. 

Zona pelabuhan akan dibagi menjadi dua kawasan. Yakni zona inti untuk aktivitas kapal, zona penyangga untuk UMKM dan masyarakat lokal.

“Nelayan kecil tetap dilibatkan, bukan disingkirkan. Semua berbasis pada prinsip pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menjamin masyarakat tidak akan terganggu dengan bau amis yang kerap muncul di kawasan pelabuhan perikanan. “Kami pastikan pelabuhan ini akan dikelola secara modern. Tidak akan ada bau ikan, dan lingkungan tetap tertata bersih,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #reklamasi #Pusat #perikanan #revitalisasi #pasar #anggaran #pendapatan #ppn #pelabuhan #kapal #kuliner #pengambengan #tenaga kerja #ikan #sosialisasi