Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

BGN Nonaktifkan 56 Dapur MBG, Ambil Rujukan Hasil BPOM untuk Jamin Keamanan Pangan Anak

Acep Tomi Rianto • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:19 WIB

ilustrasi makan bergizi gratis
ilustrasi makan bergizi gratis

RadarBuleleng.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menanggapi kasus dugaan keracunan makanan yang berulang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia dinonaktifkan sementara.

Penonaktifan ini adalah bagian dari evaluasi menyeluruh dengan merujuk pada hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Penonaktifan sementara ini adalah bagian dari proses evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak penerima MBG jadi prioritas utama," kata Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, Selasa (30/9/2025).

Nanik menegaskan, bahwa setiap SPPG wajib memenuhi standar keamanan pangan yang sudah ditetapkan.

Keputusan penonaktifan menjadi bukti pihaknya tak berkompromi terhadap aspek keselamatan.

Ia menerangkan, SPPG yang dinonaktifkan termasuk di antaranya SPPG Bandung Barat Cipongkor Cijambu, SPPG Bandung Barat Cipongkor Neglasari, SPPG Bandung Barat Cihampelas Mekarmukti, serta SPPG Banggai Kepulauan Tinangkung (Sulawesi Tengah).

Selama penonaktifan berlangsung, BGN terus melakukan evaluasi sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari BPOM.

Hasil laboratorium itu juga akan menjadi rujukan BGN dalam mengambil keputusan.

“Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lebih lanjut, baik berupa perbaikan, penguatan pengawasan, maupun sanksi bagi mitra penyelenggara yang terbukti lalai.

BGN sebelumnya melaporkan terdapat 9.615 unit dapur SPPG yang beroperasi dengan total ada 31 juta penerima manfaat.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat terjadinya peningkatan jumlah korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 8.649 anak per 27 September 2025.

Angka tersebut melonjak drastis dengan penambahan 2 ribu kasus yang terjadi dalam sepekan terakhir atau pada periode 22 September hingga 27 September 2025. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #bpom #makanan #dapur #badan gizi nasional #SPPG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #pangan #laboratorium #BGN #evaluasi