Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mendikdasmen Bacakan Pidato di Sidang Umum UNESCO. Pilih Gunakan Bahasa Indonesia di Forum Internasional

Acep Tomi Rianto • Rabu, 5 November 2025 | 20:10 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu

RadarBuleleng.id - Sebuah tonggak sejarah baru dicatatkan oleh Indonesia di kancah internasional.

Pada Sidang Umum UNESCO ke-43 yang berlangsung di Kota Samarkand, Uzbekistan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan pernyataan nasional Indonesia sepenuhnya menggunakan Bahasa Indonesia.

Bukan karena tidak mampu berbahasa Inggris, namun karena ia lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam forum internasional.

Momen tersebut terlihat pada Selasa (4/11/2025). Hal itu sekaligus pertama kalinya Bahasa Indonesia secara resmi dipergunakan dan didengar dari podium utama dalam Sidang Umum UNESCO, setelah bahasa tersebut ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi pada tahun 2023.

Dalam pidatonya, Abdul Mu'ti menyoroti berbagai isu mendasar, mulai dari komitmen Indonesia terhadap pendidikan hingga isu kemanusiaan global.

Penggunaan Bahasa Indonesia bukan sekadar simbol, melainkan juga membawa semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Indonesia ke forum global.

"Nilai-nilai mendasar inilah, yang membawa Indonesia pada penegasan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan tidak boleh ada satu pun yang tertinggal," kata Mu'ti, seperti dikutip dari siaran resmi YouTube UNESCO.

Mu'ti juga memaparkan kebijakan utama pemerintah Indonesia di bidang pendidikan, termasuk upaya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru serta program pemenuhan gizi anak sekolah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejalan dengan visi Presiden.

"Melalui berbagai kebijakan tersebut, (kami tegaskan) angka partisipasi sekolah anak usia 7 hingga 12 tahun dan 13 hingga 15 tahun di Indonesia masing-masing telah mencapai 99,19 persen dan 96,17 persen," papar Mu'ti.

Bahkan dalam forum tersebut, Mendikdasmen Mu'ti bahkan membuka dan menutup pidatonya dengan pantun. Hal itu menguatkan tradisi sastra lisan Indonesia yang juga telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

"Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” tutup Mu'ti.

Penggunaan Bahasa Indonesia di Sidang Umum ini merupakan puncak dari perjuangan panjang diplomasi budaya Indonesia.

Upaya tersebut merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang menekankan peningkatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Usulan tersebut disetujui secara bulat dalam Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023, menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh bahasa resmi Sidang Umum UNESCO.

Adapun bahasa resmi yang diakui PBB adalah bahasa Inggris, Prancis, Arab, China, Rusia, Spanyol dan tiga bahasa negara anggota lain Hindi, Italia, dan Portugis.

Ia yakin penggunaan Bahasa Indonesia dalam forum-forum internasional akan memperluas penggunaan di kalangan internasional.

"Sekarang program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) juga telah berkembang pesat dan diselenggarakan di 57 negara," ujar Mu'ti. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #internasional #indonesia #bahasa indonesia #diplomasi #unesco #mendikdasmen #uzbekistan #pendidikan #sekolah #pantun #abdul mu'ti #bahasa resmi