Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kementerian Pertanian Lirik Potensi Buleleng. Lahan Kering Akan Disulap Jadi Sentra Sayur dan Buah

Marsellus Pampur • Jumat, 12 Desember 2025 | 21:48 WIB

 

GARAP LAHAN: Petani tampak menggarap lahan pertanian di Buleleng. Jatah pupuk bersubsidi tahun ini merosot, sehingga dikhawatirkan berdampak pada harga pangan, khususnya komoditas beras.
GARAP LAHAN: Petani tampak menggarap lahan pertanian di Buleleng. Jatah pupuk bersubsidi tahun ini merosot, sehingga dikhawatirkan berdampak pada harga pangan, khususnya komoditas beras.

RadarBuleleng.id - Kementerian Pertanian memberikan perhatian besar untuk Kabupaten Buleleng, Bali. 

Kawasan Bali Utara ini ditetapkan sebagai salah satu penerima program Horticulture Development In Dryland Areas Sector Project (HDDAP). 

Proyek hortikultura berskala besar ini akan digarap Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Melalui program tersebut , sekitar 10 ribu hektare lahan kering di berbagai daerah—termasuk di Buleleng—akan dikembangkan menjadi kawasan hortikultura produktif. 

Hasilnya akan menyuplai kebutuhan nasional, mulai dari sayur dan buah unggulan hingga bahan baku program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule mengatakan, potensi lahan kering di Indonesia, termasuk di Buleleng, sangat besar dan belum dimanfaatkan optimal.

“Kita harus manfaatkan semaksimal mungkin agar berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan sayur dan buah,” kata Taufiq di Denpasar, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga: Pemilihan Ketua MDA Buleleng Diwarnai Aksi Penolakan Krama Banyuasri. Tuntut Pembatalan Pencalonan Prajuru

Selain komoditas untuk kebutuhan dalam negeri, sejumlah buah bernilai ekspor juga diproyeksikan dibudidayakan di lahan kering Buleleng. 

Sebut saja komoditas manggis hingga durian. Apalagi dua komoditas tersebut menjadi menjadi unggulan petani di wilayah utara Bali. Taufiq menegaskan kualitas durian Buleleng sangat kompetitif di pasar internasional.

“Bali bagus peluangnya. Duriannya besar-besar dan sudah sangat layak ekspor. Permintaan durian ke China sangat tinggi, mereka siap menerima berapapun jumlah yang kita kirim. Tinggal hulunya kita perbaiki,” katanya.

Program HDDAP sudah mulai berjalan tahun ini, namun implementasi teknis akan dikebut pada 2026.

“Kita ingin tahun ini sudah mulai bergerak meski masih banyak penyesuaian administrasi. Tahun 2026 akan jauh lebih signifikan untuk 13 kabupaten dan 7 provinsi, termasuk Buleleng,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 
Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #bali #hortikultura #lahan kering #durian #bank #sayur #Manggis #pertanian #lahan #adb #bali utara #kementerian pertanian #buleleng #buah