Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Angin Kencang Robohkan Atap Stadion Gelora Penataran. Dispora Blitar Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Acep Tomi Rianto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:51 WIB

 

RUSAK PARAH: Proses pembersihan atap Stadion Gelora Panataran, Blitar yang roboh diterjang angin puting beliung.
RUSAK PARAH: Proses pembersihan atap Stadion Gelora Panataran, Blitar yang roboh diterjang angin puting beliung.

RadarBuleleng.id – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Selasa (14/10/2025) sore membuat atap tribun Stadion Gelora Penataran, Kecamatan Nglegok, roboh total.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika wilayah Nglegok dilanda angin puting beliung.

Beberapa saksi mata bahkan menyebut sempat terjadi hujan es sesaat sebelum atap stadion terlepas.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, membenarkan bahwa kerusakan paling parah terjadi di bagian atap tribun penonton.

“Kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar. Galvalum dan rangka besi semuanya terbang, rangkanya besar-besar,” jelasnya, Kamis (16/10/2025).

Selain bagian atap, kursi cadangan pemain juga terbalik akibat terjangan angin.

“Padahal kursi itu berat dan tidak mudah tergeser. Artinya kekuatan angin kemarin benar-benar luar biasa,” ujarnya.

Salah satu saksi mata, Aditya Aris Kurnia, menceritakan detik-detik mencekam saat angin kencang menghantam stadion.

“Tiba-tiba suara gemuruh keras sekali. Atap tribun beterbangan. Kami yang di dalam nggak bisa keluar karena sudah banyak yang roboh. Jadi kami berlindung di dalam ruangan,” ujarnya.

Menurut Aditya, saat kejadian terdapat beberapa orang yang sedang berlatih sepakbola dan atletik di area stadion.

Mereka berhasil selamat setelah berlindung di ruang dalam hingga situasi reda.

Plt. Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Bayu Purna Siswa Raharja, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Setelah kondisi aman, tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, relawan, dan Inafis Polres Blitar langsung melakukan asesmen ulang di lokasi reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun.

“Tahap SAR sudah selesai dan hasil Inafis memastikan tidak ada korban jiwa. Sekarang kami fokus pada evakuasi material,” kata Bayu.

Material yang roboh berupa rangka baja besar dan lembaran galvalum yang berserakan di area taman depan stadion.

Karena ukurannya besar dan berat, proses pembersihan memerlukan alat berat dan mesin pemotong besi.

Pembersihan baru bisa dilakukan Rabu (15/10/2025) pagi, karena pada Selasa sore listrik padam dan kondisi gelap menghambat penanganan awal.

Sejak pagi kemarin, tim gabungan menggelar apel bersama sebelum mulai membersihkan lokasi dan memangkas pohon tumbang di sekitar area stadion.

Bupati Blitar juga telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Blitar.

Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin puting beliung dan pohon tumbang.

Selain di Nglegok, cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Garum dan Kanigoro, yang menyebabkan sejumlah rumah warga rusak serta beberapa pohon tumbang.

Anindya menegaskan, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganan perbaikan fasilitas stadion.

“Kerusakan ini murni akibat bencana alam. Karena nilainya cukup besar, kami berharap ada dukungan dari pusat,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

 

Editor : Eka Prasetya
#olahraga #Peristiwa #nglegok #angin #hujan es #stadion #jawa timur #atap #dispora #sepakbola #atletik #puting beliung #hujan deras #blitar #Tribun #cuaca ekstrem