RadarBuleleng.id – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Dheninda Chaerunnisa, menjadi sorotan tajam publik setelah sebuah potongan video yang memperlihatkan gestur wajahnya viral di media sosial.
Gestur tersebut, yang diambil saat massa aksi tengah menyampaikan orasi di depan kantor DPRD Gorontalo Utara, dinilai oleh warganet sebagai bentuk cibiran atau pelecehan terhadap demonstran.
Peristiwa tersebut terjadi saat DPRD Gorontalo Utara menerima aspirasi dari masyarakat yang berunjuk rasa.
Dalam video yang beredar luas, Dheninda, yang merupakan politisi muda dari Fraksi NasDem, terlihat melipat tangan dan menunjukkan ekspresi wajah yang dianggap meremehkan dan mencibir orator yang sedang berapi-api menyampaikan tuntutan rakyat.
Reaksi publik, khususnya netizen alias warganet, sangat keras. Banyak yang menyayangkan dan mengecam keras sikap Dheninda, yang dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya mengayomi dan menghargai aspirasi rakyat.
Komentar-komentar pedas membanjiri platform media sosial, menuding gestur tersebut sebagai cerminan sikap 'tengil' dan meremehkan perjuangan demonstran.
Tudingan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa Dheninda Chaerunnisa, yang baru menjabat dan dikenal sebagai figur publik muda, seharusnya lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik.
Merespons derasnya gelombang kritik, Dheninda Chaerunnisa segera memberikan klarifikasi terbuka.
Ia membantah keras tuduhan bahwa dirinya sengaja mencibir atau mengejek massa aksi.
"Saya mohon maaf kepada semuanya, tetapi saya luruskan bahwa saya tidak bermaksud untuk mencibir," tegas Dheninda.
Dalam klarifikasinya, Dheninda menjelaskan bahwa ekspresi wajah tersebut merupakan respons spontan dan salah dipahami.
Ia mengklaim bahwa ia sedang membalas gestur dari salah satu orang yang dikenalnya—yang ia sebut sebagai karyawan orang tuanya—yang kebetulan berada di kerumunan demonstran.
"Jadi sebenarnya di video itu saya bukan bermaksud mencibir orator. Saya balas dengan raut wajah yang bermakna 'saya bisa hadapi ini' atau merespons orang yang memberi gestur 'bagus' kepada saya," ujarnya.
Meskipun membantah niat untuk mencibir, Dheninda tetap menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Gorontalo Utara atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh gestur tubuhnya yang disalahartikan.
Ia juga mengakui bahwa kejadian ini menjadi pelajaran besar baginya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik.
Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo Utara turut menanggapi polemik ini.
Setelah mendalami, BK DPRD Gorut mengeluarkan pernyataan bahwa gestur Dheninda diduga tidak ada unsur kesengajaan mencibir demonstran, melainkan hanya salah komunikasi melalui bahasa tubuh dengan pihak yang dikenalnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya