RadarBuleleng.id - Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho, 6, bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang dilaporkan hilang selama delapan bulan, akhirnya terungkap dengan tragis.
Dari penemuan jasad korban yang tinggal kerangka di Tenjo, Jawa Barat, terungkap fakta mengejutkan.
Ternyata ada warga yang sebenarnya sudah mengetahui dugaan pembunuhan tersebut namun memilih bungkam karena takut.
Saksi pelapor, Muhammad Reza, 46, mengaku dirinya sebenarnya telah mendengar desas-desus mengenai nasib malang Alvaro sejak September 2025.
Namun dia baru memberanikan diri melapor ke Polsek Pesanggrahan pada pertengahan November.
Reza mengungkapkan bahwa keraguan dan ketakutan menjadi alasan utama mengapa informasi vital tersebut tidak segera sampai ke pihak berwajib.
Ia merasa tidak memiliki bukti fisik yang kuat dan takut laporan tersebut justru menjadi bumerang bagi dirinya jika tidak terbukti.
"Jadi sebenarnya, kita sudah tahu dari September. Cuma saya baru punya keberanian untuk melaporkan karena masih takut dan saya enggak ngerti detailnya," ucap Reza.
Ketakutan Reza mereda setelah rasa kemanusiaannya tergugah. Ia mengaku melihat unggahan keluarga korban di media sosial yang terus mencari keberadaan Alvaro.
Melihat perjuangan kakek dan ibu korban di Instagram, Reza akhirnya memutuskan untuk mengesampingkan rasa takutnya.
"Karena saya merasa kasihan. Jadi orang tuanya, kakeknya saya lihat di IG (Instagram), dan rasa kemanusiaan saya ya (tergerak) di situ," Ucap Reza.
Informasi yang didapat Reza ternyata berasal dari informasi berantai yang bermula dari lingkungan sangat dekat dengan tersangka.
Reza menjelaskan bahwa ia mendapatkan informasi tersebut dari asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumahnya.
Anak dari ART tersebut, yang berinisial N, merupakan teman sekolah dari keponakan tersangka Alex Iskandar, 49.
Keponakan tersangka itulah yang pertama kali membocorkan rahasia kelam pembunuhan Alvaro kepada N.
"Saksi (N) diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari tersangka yang berusia 16 tahun. Ya, (ceritanya) ada kejadian bahwa om anak ini melakukan pembunuhan terhadap korban," kata Reza.
Berbekal rekaman pembicaraan dengan ART dan keterangan saksi tersebut, Reza akhirnya membuat laporan resmi yang menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk menangkap pelaku.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi bergerak cepat dan mengamankan Alex Iskandar, yang tak lain adalah ayah tiri korban.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi bahwa Alex adalah pelaku utama yang tega menghabisi nyawa Alvaro karena motif cemburu dan dendam terhadap ibu korban.
Namun, proses hukum terhadap Alex terhenti secara mengejutkan. Tersangka dilaporkan tewas bundir di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (24/11/2025) saat proses penyidikan sedang berlangsung.
"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro. Ayah tirinya bahkan sekarang sudah bunuh diri, meninggal di Polres Jakarta Selatan," ucap Tugimin, kakek korban. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya