RadarBuleleng.id - KONI Klungkung berencana membongkar atap gedung futsal di Desa Lembongan, Nusa Penida. Kondisi gedung futsal sudah memprihatinkan.
Ketua KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom mengatakan, keputusan itu diambil dengan sejumlah pertimbangan.
Menurutnya membangun gedung di lokasi gedung futsal Lembongan tidak akan bertahan lama.
Lokasinya yang dekat pantai membuat bangunan yang menggunakan rangka baja ringan menjadi cepat korosi.
”Itu sebabnya, kami akan membongkar atap gedung tersebut dan menjadikannya lapangan terbuka,” ujarnya.
Baca Juga: Giri Prasta Bagi-Bagi Uang Rp 80 Juta di Final Futsal KMS Cup
Anom mengakui, kondisi bangunan gedung futsal yang ada di kawasan destinasi wisata Devil Tears sangat memprihatinkan.
Gedung itu baru dibangun pada tahun 2019 dengan biaya Rp 2,4 miliar. Baru saja berusia lima tahun, atap sudah banyak lepas dan mengalami korosi.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana menjelaskan gedung futsal itu dibangun di atas lahan Pemprov Bali.
Tadinya gedung dibangun untuk menciptakan wisata berbasis olahraga. Ternyata fasilitas itu kurang diminati.
Ia mengakui jika kondisi gedung sangat memprihatinkan. Karena banyak yang berkarat akibat korosi.
”Kalau mau diperbaiki, sebaiknya menggunakan kayu karena dekat dengan pantai,” katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya