Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jepang Bersiap Hengkang dari AFC. Gagas Federasi Asia Timur

Acep Tomi Rianto • Minggu, 19 Oktober 2025 | 18:27 WIB

Timnas jepang disebut tengah mempertimbangkan langkah besar yang bisa mengguncang sepak bola Asia, di tengah isu rencana keluar dari AFC.
Timnas jepang disebut tengah mempertimbangkan langkah besar yang bisa mengguncang sepak bola Asia, di tengah isu rencana keluar dari AFC.

RadarBuleleng.id - Kabar menghebohkan datang dari kancah sepak bola Asia. Federasi Sepakbola Jepang (JFA) dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah drastis untuk keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan berencana mendirikan organisasi tandingan bernama Federasi Asia Timur.

Rumor panas ini pertama kali di hembuskan oleh media Irak, UTV, yang mengklaim adanya gerakan serius dari Jepang menyikapi ketidakpuasan mendalam terhadap AFC.

Ada pergerakan yang dilakukan Jepang untuk mundur dari AFC dan mendirikan ‘Federasi Asia Timur’,” tulis pernyataan UTV dikutip dari Football Tribe.

 

Keputusan Jepang untuk mempertimbangkan pemisahan diri ini disebut-sebut dipicu oleh rasa frustrasi yang memuncak terhadap kebijakan AFC yang dinilai tidak adil dan terlalu condong menguntungkan negara-negara di kawasan Teluk, khususnya Qatar dan Arab Saudi.

Laporan media Irak menyoroti adanya dugaan manipulasi dan korupsi di tubuh AFC yang dikendalikan oleh kekuatan finansial Qatar.

“Mereka protes dan menentang hal-hal yang terlihat seperti manipulasi dan korupsi di AFC, yang dikontrol oleh pendanaan Qatar. Mereka juga sudah tidak lagi percaya pada AFC,” lanjut laporan tersebut.

Salah satu kasus spesifik yang memicu gelombang kritik di Jepang adalah insiden yang menimpa klub Vissel Kobe di kompetisi antarklub Asia.

Meskipun klub Tiongkok, Shandong Taishan, didiskualifikasi, AFC tetap menjatuhkan denda sebesar USD 10.000 kepada Vissel Kobe karena keributan antara staf dan pemain.

Keputusan ini dinilai sebagai standar ganda oleh banyak pihak di Jepang, yang merasa AFC tidak memberikan keadilan bagi klub dari Asia Timur.

JFA juga menyoroti kerugian yang dialami Tim Nasional Jepang akibat sistem kompetisi AFC, termasuk format Liga Champions Asia yang babak perempat finalnya dipindahkan ke Timur Tengah.

Selain itu, struktur kompetisi dan pembagian zona kualifikasi Piala Dunia dinilai merugikan negara-negara di luar Teluk karena jadwal yang terlalu padat dan istirahat yang tidak memadai, berbeda dengan kelonggaran yang didapatkan tim-tim dari Arab Saudi dan Qatar.

Jika rencana ini benar-benar terwujud, Jepang disebut akan memprakarsai pembentukan "Federasi Asia Timur".

Langkah tersebut tidak hanya menjadi respons terhadap kekecewaan, tetapi juga upaya untuk menciptakan wadah baru yang lebih menjunjung tinggi prinsip fair play dan independen.

Rumor ini menyebutkan bahwa gerakan Jepang ini mendapat dukungan dari negara-negara Asia Timur lainnya, termasuk Korea Selatan, yang juga merasakan ketidakpuasan serupa.

Bahkan, Irak juga dikabarkan mempertimbangkan untuk keluar dan bergabung dalam konfederasi baru tersebut.

Meskipun Indonesia saat ini berada di bawah Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), potensi terbentuknya Federasi Asia Timur dapat berdampak besar pada peta persaingan.

Indonesia—bersama negara-negara ASEAN lainnya—dikabarkan termasuk dalam daftar negara yang berpotensi mengikuti langkah Jepang, mengingat PSSI sebelumnya juga menyuarakan protes atas beberapa keputusan kontroversial AFC.

Meskipun wacana ini telah menimbulkan guncangan besar di sepak bola Asia, proses pembentukan federasi baru bukanlah hal yang mudah.

Pembentukan konfederasi baru memerlukan waktu yang panjang dan negosiasi yang rumit, terutama karena hal ini akan menyangkut alokasi jatah tiket lolos ke Piala Dunia dan turnamen resmi FIFA lainnya.

Kepergian Jepang, yang merupakan salah satu kekuatan utama dan motor penggerak sepak bola Asia, akan mengubah lanskap kompetisi internasional di kawasan ini secara signifikan.

Banyak turnamen, termasuk Piala Asia dan Liga Champions AFC, berpotensi kehilangan daya saing dan pamornya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari JFA terkait rumor ini. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#keadilan #finansial #sepak bola #kritik #timur tengah #jepang #kebijakan #afc #qatar #sepakbola #korupsi #arab saudi #asia #liga champions #tidak adil #asia timur