SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Wisata Sudaji di Kecamatan Sawan, Buleleng, kembali berhasil meraih prestasi membanggakan di bidang pariwisata.
Kali ini, mereka berhasil duduk pada peringkat keempat kategori 5th ASEAN Homestay Award yang digelar oleh ASEAN Tourism Forum.
Desa Wisata Sudaji hanya kalah dibandingkan dengan Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Sumatera Barat; Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta; dan Desa Wisata Osing Kemiren, Jawa Timur; serta berada di atas Desa Wisata Saribu Gonjong, Sumatera Barat.
Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan menjelaskan, pihaknya datang langsung ke Malaysia untuk menerima penghargaan tersebut.
Wilayahnya menjadi salah satu dari lima desa yang dinilai memiliki hunian dengan sebuah standar, yang mengedepankan kearifan lokal. Hal itu ternyata mencuri perhatian penilai ATA 2025.
Baca Juga: Lapor Pak, Jatiluwih Ditetapkan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia oleh PBB
Lalu apa saja keunikan hunian pariwisata di Desa Sudaji? Dijelaskan Ngurah Fajar, salah satunya homestay yang mengedepankan unsur alam, yang menggunakan bahan bambu beratap alang-alang.
Tak hanya itu saja, bahkan sejumlah homestay yang ada di sana juga ternyata berada satu pekarangan dengan rumah warga. Hal ini menambah keunikan tersendiri di Desa Wisata Sudaji.
Wisatawan yang menginap di Sudaji, dapat merasakan sensasi hidup layaknya di desa. Sebab suguhannya pun berpola alami. Contohnya makanan ala desa, seperti plecing kangkung maupun plecing kacang panjang.
”Kami mengacu Tri Hita Karana. Jadi pakai konsep alam, tidak mengubah keaslian dan keasrian desa itu sendiri,” ujar Fajar.
Baca Juga: Dinas Pariwisata Evaluasi Desa Wisata di Buleleng. Diduga Ada yang Tidak Aktif
Lebih lanjut Fajar mengatakan, Desa Wisata Sudaji memang menjadi tujuan wisata bagi pelancong yang memang membutuhkan ketenangan. Hal ini pun sejalan dengan konsep wisata mereka yang mengedepankan alam.
Dalam sebulan, wisatawan yang datang ke sana rata-rata mencapai seratus orang bahkan bisa overload. Kunjungan didominasi oleh wisatawan dari Australia, kemudian dari benua Eropa, Asia, juga Amerika.
Desa Wisata Sudaji bukan hanya menyuguhkan ketenangan. Wilayah ini juga memiliki sejumlah paket wisata, seperti jalur trekking ke Puncak Cemara Geseng, menyusuri sungai, melihat sunset, hingga healing (ketenangan).
Pihaknya pun berharap pemerintah baik pusat, provinsi, sampai kabupaten dapat memberikan perhatian lebih ke Desa Wisata Sudaji. Bukan tanpa alasan, mengingat kini wilayah tersebut sudah berstandar ASEAN, sehingga bantuan untuk penataan desa dapat diberikan.
Untuk diketahui, Desa Sudaji sebelumnya juga pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 kategori Desa Wisata Maju yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya