RadarBuleleng.id – Sejumlah isu yang belakangan mencuat disebut mulai berdampak pada sektor pariwisata Bali.
Mulai dari bencana banjir hingga persoalan sampah, menjadi sorotan yang dikhawatirkan memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata.
Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Bali, I Gusti Putu Ayu Sumarni, mengaku para pelaku usaha, khususnya travel agent, mulai merasakan dampaknya secara langsung.
“Bali sedang disorot sekali, dan saya orang travel agent sangat merasakan dampaknya. Sejak kejadian tahun lalu, banjir. Kita teman-teman travel agent sangat merasakan dampaknya,” katanya di sela kegiatan temu bisnis dan kolaborasi pelaku pariwisata di Kuta, belum lama ini.
Tak hanya itu, isu sampah yang kembali mencuat juga menambah kekhawatiran. Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga tiket pesawat yang dinilai berpotensi menekan jumlah kunjungan wisatawan.
Ketua Umum ASPPI, Azwi Awi, menjelaskan kenaikan harga tiket dipicu oleh meningkatnya harga avtur.
Meski demikian, pihaknya berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret agar harga tiket tetap terjangkau.
“Dulu Menko Airlangga (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto) pernah berjanji menghilangkan atau keringanan beberapa pajak. Sehingga harganya (tiket pesawat) masih terjangkau. Itulah yang kami tunggu sekarang. Apabila nanti pajak sudah dihapus, berarti ada kemungkinan kenaikan harganya masih terjangkau,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Bali disebut telah mengambil sejumlah langkah untuk merespons berbagai persoalan tersebut.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Made Anggia Widana, mengatakan upaya penanganan sampah terus digencarkan, termasuk melalui sosialisasi langsung ke masyarakat.
“Menjadi konsen kami juga agar tak ada travel warning bagi warga Korea Selatan ke Bali,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya