Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mantap! Desa Tukadmungga di Bali Berikan Beasiswa Bagi Warganya. Biaya Pendidikan Ditanggung Hingga Lulus Kuliah

Eka Prasetya • Rabu, 26 Juni 2024 | 20:02 WIB

 

BEASISWA PENDIDIKAN: Perbekel Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan (tiga dari kiri) memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada siswa di desa tersebut. Beasiswa pendidikan itu dari SD hingga kuliah.
BEASISWA PENDIDIKAN: Perbekel Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan (tiga dari kiri) memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada siswa di desa tersebut. Beasiswa pendidikan itu dari SD hingga kuliah.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Tukadmungga di Buleleng, Bali, punya program inspiratif. Yakni memberikan beasiswa bagi warganya.

Beasiswa itu diberikan kepada warga yang berstatus tidak mampu. Pemerintah desa akan menanggung biaya pendidikan, hingga lulus kuliah.

Program itu telah berlangsung sejak tahun 2017 silam. Hingga kini program itu masih berlangsung. Bahkan semakin banyak warga yang menerima beasiswa tersebut.

Perbekel Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan mengungkapkan, ide pemberian beasiswa itu muncul karena ia dulunya penerima bantuan pendidikan.

“Saya dulu juga menerima bantuan pendidikan dari Desa Adat Dharmajati, Tukadmungga,” ujarnya.

Baca Juga: LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa 2024 Tahap 1: Kesempatan Emas Wujudkan Mimpi Kuliah

Setelah menempuh pendidikan, dia mendapat kesempatan mengabdi sebagai aparat desa. Tepatnya sebagai sekretaris desa.

Dia kemudian menggagas agar desa juga memberikan beasiswa kepada warga yang tidak mampu. Usulan tersebut kemudian disetujui dan diakomodasi dalam APBDes.

Selain itu dulunya angka putus sekolah di Desa Tukadmungga cukup tinggi. Anak-anak enggan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP maupun SMA karena alasan biaya.

Kini setelah menjabat posisi perbekel sejak 2023 lalu, dia berupaya agar program beasiswa tersebut tetap dilanjutkan. Bahkan kuotanya akan terus ditambah.

Baca Juga: Pemerintah Kembali Kucurkan Beasiswa Indonesia Pintar, Segini Nilainya

Setiap siswa yang tidak mampu akan ditanggung biaya pendidikannya. Mulai dari SD hingga lulus kuliah.

Mereka berhak menempuh pendidikan di SD negeri, SMP negeri atau swasta, SMA negeri maupun swasta. Untuk lembaga pendidikan swasta, pihak desa bekerjasama dengan SMP Dharma Kerti dan SMA Kertha Wisata.

“Mereka yang SMP dan SMA swasta, SPP-nya kami yang tanggung. Kalau ada iuran komite, kami juga yang tanggung. Pokoknya selama mereka tidak mampu dan mau sekolah, desa siap membantu,” katanya.

Setelah lulus SMA, desa juga siap menanggung biaya kuliah mereka yang tidak mampu. Bantuan biaya kuliah itu dijalankan sejak tahun 2020 lalu.

Saat ini ada 14 orang warga Tukadmungga yang telah menerima bantuan biaya pendidikan kuliah.

Mereka ada yang menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), STKIP Agama Hindu Singaraja, STIE Satya Dharma Singaraja, serta STAHN Mpu Kuturan.

Tahun ini pihak desa berencana menyiapkan kuota sebanyak 10 orang bagi mereka yang bersedia kuliah di STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

“Apa yang jadi tagihan dari kampus, entah  itu biaya pendaftaran, tes, SPP, UKT, dan lainnya, pemerintah desa siap menanggung. Selain dengan STAH, kami juga akan penjajakan dengan kampus lain,” ujarnya.

Baca Juga: Bentengi Diri dari Serbuan Toko Modern, Desa Tukadmungga Buleleng Bangun Pasar Happy

Surya menjelaskan, para calon penerima beasiswa bisa mendaftar melalui pemerintah desa. Selanjutnya pemerintah desa akan memverifikasi usulan tersebut.

Setelah dilakukan verifikasi, nama-nama calon penerima akan disampaikan secara terbuka dalam musyawarah desa yang dihadiri para tokoh dan perwakilan masyarakat.

“Calon penerima itu yang jelas warga miskin. Kami sampaikan saat musyawarah desa, supaya semua sama-sama tahu bahwa calon penerima itu layak mendapatkan bantuan pendidikan,” kata Surya.

Menurutnya beasiswa pendidikan itu sebenarnya tidak terlalu membebani APBDes. Desa Tukadmungga memiliki APBDes sebesar Rp 1,2 miliar. Sekitar Rp 150 juta diantaranya digunakan untuk beasiswa.

Baca Juga: Akses Pariwisata Rusak Parah, Warga Desa Tukadmungga Tuntut Ganti Rugi

Selain lewat APBDes, pemerintah desa juga mengupayakan bantuan lain dari berbagai pihak. Entah itu dari pengusaha maupun pribadi.

Surya menilai menggelontorkan dana sebanyak itu untuk pendidikan sebenarnya relatif murah.

Biaya pendidikan itu terbukti bisa mengurangi keluarga miskin yang ada di Desa Tukadmungga. 

Tadinya jumlah keluarga miskin sebanyak 121 kepala keluarga. Kini hanya tersisa sebanyak 104 keluarga saja.

“Jadi mereka yang dulunya makan saja susah, melalui jalur pendidikan akhirnya mengubah pola pikir. Akhirnya berpengaruh pada pendapatan dan SDM di keluarganya,” ungkap Surya.

Ia pun mendorong agar warga di Desa Tukadmungga semakin banyak yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Harapannya di tiap keluarga, paling tidak ada seorang sarjana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tukadmungga #pendidikan #beasiswa #kuliah #buleleng