Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara Siap Terima Siswa Baru. Khusus Warga Miskin di Bali

Eka Prasetya • Sabtu, 19 April 2025 | 03:16 WIB

 

SISWA BARU: Suasana belajar mengajar di SMKN Bali Mandara.
SISWA BARU: Suasana belajar mengajar di SMKN Bali Mandara.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sekolah milik Pemprov Bali, yakni SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara bersiap menerima siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026.

Untuk tahun ajaran mendatang, kedua sekolah itu akan kembali menerapkan sistem pembelajaran berasrama alias boarding school.

Tercatat ada kuota untuk 150 orang siswa di SMAN Bali Mandara dan kuota 180 orang siswa di SMKN Bali Mandara.

Saat ini kedua sekolah tersebut sudah mulai melakukan proses penerimaan peserta didik baru. Proses pendaftaran telah berlangsung sejak 10 April 2025 hingga 10 Mei 2025 mendatang.

Dalam tahapan ini, para pelamar harus mengirimkan berkas administrasi. Berkas itu meliputi rekomendasi dari kepala sekolah, surat keterangan miskin dari kepala desa/lurah, serta dokumen pendukung yang memastikan bahwa pelamar berasal dari keluarga miskin.

Selanjutnya pada bulan Mei, tim akan melakukan home visit atau kunjungan rumah. Guna memastikan bahwa siswa yang melamar ke SMAN Bali Mandara atau SMKN Bali Mandara, benar-benar siswa miskin.

Kepala SMKN Bali Mandara, Ketut Susila Widiarsana menyebut, setidaknya ada 23 indikator kemiskinan yang dinilai dalam tahapan home visit.

Diantaranya kondisi rumah, aset, kepemilikan barang-barang, bantuan yang diterima dari pemerintah, maupun indikator lainnya.

“Tahap home visit ini kami lakukan guna memastikan bahwa siswa yang kami terima benar-benar dari keluarga miskin,” ujarnya.

Setelah tahap home visit, selanjutnya pihak sekolah akan menggelar bootcamp atau pengenalan kehidupan berasrama. Rencananya kegiatan bootcamp akan berlangsung pada 2-4 Juni mendatang.

Menurut Susila, pada tahap bootcamp pihaknya hanya mengenalkan tata cara kehidupan di sekolah. Termasuk melakukan beberapa tes. Seperti tes kesehatan, tes wawancara, maupun tes minat dan bakat.

“Karena pengalaman sebelumnya, ada siswa yang tidak siap dengan kehidupan berasrama. Makanya, bootcamp ini salah satu tahap pengenalan, apakah mereka siap atau tidak,” tegasnya.

Khusus di SMKN Bali Mandara, tahun ini akan menerima 180 orang siswa. Sehingga pada tahap bootcamp, ada 270 orang siswa yang akan mengikuti seleksi.

Ratusan siswa itu akan memilih jurusan sesuai minat. Baik itu jurusan Teknik Komputer Jaringan, Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB), maupun Teknik Otomotif.

Sementara untuk SMAN Bali Mandara, tercatat ada 150 orang siswa yang akan diterima tahun ini.

“Pada prinsipnya kami siap menerima siswa baru. Tentu kami prioritaskan untuk siswa dari keluarga miskin, sesuai petunjuk teknis,” kata Kepala SMAN Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#smkn bali mandara #bootcamp #Pemprov Bali #Bali Mandara #pelamar #miskin #sman bali mandara #sekolah #home visit #siswa