RadarBuleleng.id – Program Sekolah Rakyat di Bali, menarik minat warga masyarakat. Puluhan warga miskin mulai mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah tersebut.
Sekolah Rakyat gelombang pertama dibuka di Sentra Mahatmiya Bali, yang berlokasi di Jalan S. Parman, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
Lembaga yang notabene perpanjangan Kementerian Sosial itu, ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan program ini dengan konsep pendidikan berasrama (boarding school).
Hingga kini sudah ada 84 calon siswa yang mendaftar. Tak hanya dari Tabanan, para pendaftar juga berasal dari sejumlah kabupaten/kota lain di Bali seperti Badung, Buleleng, dan Denpasar.
Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Sri Wibowo mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi program sejak dua bulan lalu untuk menjaring siswa.
“Kami kembali melakukan sosialisasi sekaligus penguatan kepada para orang tua dan calon siswa,” ujarnya.
Menurut Wibowo, Sekolah Rakyat ini memiliki kurikulum yang hampir serupa dengan sekolah reguler.
Bedanya, sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan seluruh biaya pendidikan ditanggung negara. “Semuanya gratis, termasuk fasilitas asrama,” tegasnya.
Untuk tahap awal, jenjang yang dibuka adalah setingkat SMP. Proses belajar mengajar dijadwalkan akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026, yakni antara Juli hingga Agustus 2025.
Sarana prasarana pendukung untuk proses pembelajaran, kini tengah dikerjakan oleh Kementerian PUPR.
Wibowo menjelaskan bahwa Sentra Mahatmiya hanya menjadi lokasi pelaksanaan, sementara tenaga pengajar tetap disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemerintah daerah. “SDM kami sifatnya hanya mendukung,” tambahnya.
Sekolah Rakyat di Bali ditargetkan mampu menampung siswa dalam tiga rombongan belajar (rombel). Fasilitas kelas dan asrama diperkirakan selesai pada minggu kedua Juli, termasuk penyediaan guru asrama.
“Kalau tidak ada hambatan, pembelajaran sudah bisa dimulai pada tahun ajaran baru nanti,” demikian Wibowo.
Asal tahu saja, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto. Pemerintah berharap dapat mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
Konsep Sekolah Rakyat mirip dengan SMAN Bali Mandara maupun SMKN Bali Mandara. Siswa bersekolah dengan skema berasrama. Seluruh kebutuhan siswa, baik itu seragam, buku, hingga makanan, akan disiapkan oleh pemerintah.
Adapun siswa yang dapat diterima merupakan warga yang berstatus miskin. Utamanya mereka yang masuk kategori miskin ekstrem, maupun miskin versi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Khusus di Bali, pemerintah membentuk sekolah rakyat di Sentra Mahatmiya Bali. Warga yang berminat mendaftarkan anak-anak mereka, bisa mendaftar langsung ke Sentra Mahatmiya Bali di Jalan S. Parman, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya