RadarBuleleng.id - Ajang Debat Mahasiswa Jawa Pos Radar Bali IV Tahun 2025 kembali digelar dengan semangat baru.
Sebanyak 32 tim dari berbagai perguruan tinggi di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut beradu gagasan dalam kompetisi yang mengusung tema “Merawat Bumi, Mewujudkan Energi Baru Terbarukan.”
Kompetisi tersebut bergengsi yang menggunakan sistem parlemen Inggris ini berlangsung dua hari, yakni sejak Sabtu (8/11/2025) hingga Minggu (9/11/2025) di Auditorium Universitas Bali Internasional (UNBI) Denpasar.
Rektor UNBI, Prof. I Made Bakta, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa debat mahasiswa harus menjadi ruang intelektual yang berbudaya, bukan ajang adu emosi.
“Mahasiswa adalah kalangan intelektual yang harus mampu mengekspresikan pikirannya secara berbudaya. Debat bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperkaya cara berpikir,” ujar Prof. Bakta.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan kondisi global. Energi fosil yang semakin menipis menuntut generasi muda untuk berpikir kreatif menciptakan solusi baru.
“Indonesia kaya akan potensi energi alternatif, seperti angin, gelombang laut, sinar matahari, bahkan sampah bisa diolah menjadi energi baru terbarukan,” ungkap mantan Rektor Universitas Udayana itu.
Sementara itu, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, I Gusti Agung Istri Puspitasari, menyebut debat ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana melatih mahasiswa berpikir kritis dan beretika.
“Di tengah derasnya arus informasi global, kemampuan berdialog dan berdebat cerdas menjadi kunci lahirnya generasi muda yang visioner dan solutif,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Wayan Koster, melalui Staf Ahli Bidang Politik dan Komunikasi Eksternal, Sholahuddin Jamil, menilai debat mahasiswa merupakan wadah penting untuk melatih keterampilan riset, literasi informasi, serta kemampuan menghargai perbedaan pandangan.
“Debat seperti ini sangat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Bali dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT),” katanya.
Usai pembukaan, Ketua Tim Juri I Nyoman Rajin Aryana memandu jalannya babak penyisihan.
Ia menjelaskan bahwa sistem debat parlemen Inggris menghadirkan empat tim dalam satu sesi, masing-masing mewakili pihak pemerintah dan oposisi.
“Kuncinya adalah kemampuan peserta mengembangkan isu dengan berpikir logis dan argumentatif,” jelas Rajin.
Rajin juga mengapresiasi peran Jawa Pos Radar Bali sebagai pionir dalam membangun tradisi berpikir kritis di kalangan mahasiswa.
Sementara panitia, M. Ridwan, menilai atmosfer kompetisi berlangsung sengit dan penuh dinamika sejak babak penyisihan. Sejumlah tim dari NTB bahkan berhasil menembus babak semifinal.
“Kualitas debat tahun ini lebih merata. Tim-tim dari NTB tampil impresif dan memberi warna baru dalam Debat Mahasiswa Jawa Pos Radar Bali,” ujar Ridwan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya