Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Menteri Dikti Beberkan Masalah Global di Undiksha, Tantang Mahasiswa Punya Ambisi Besar

Eka Prasetya • Jumat, 28 November 2025 | 15:39 WIB

 

LAHIRKAN PEMIMPIN: Menteri Dikti Saintek, Brian Yuliarto (pakai syal) berfoto bersama dengan peserta Future Leaders Camp di Undiksha.
LAHIRKAN PEMIMPIN: Menteri Dikti Saintek, Brian Yuliarto (pakai syal) berfoto bersama dengan peserta Future Leaders Camp di Undiksha.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Dikti Saintek), Brian Yuliarto memaparkan tantangan geopolitik global kepada peserta Indonesia Future Leaders Camp (FLC) Regional V di Auditorium SDP Undiksha, Rabu (26/7/2025). 

Brian menyebut berbagai persoalan dunia itu sebagai wicked problems—masalah kompleks yang saling berkaitan dan tak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa.

Di hadapan 60 peserta FLC yang terdiri atas ketua dan pengurus BEM universitas serta organisasi kemahasiswaan, Menteri Brian menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan “lompatan besar” agar mampu sejajar dengan negara maju.

“Krisis iklim, ketimpangan ekonomi, revolusi digital, krisis kepercayaan sosial, serta disrupsi akibat kecerdasan buatan perlu direspons dengan ambisi besar,” ujarnya.

Menteri Brian juga menyoroti stagnasi sektor manufaktur nasional dan tingginya ketergantungan pada negara lain. 

Hal inilah yang membuat daya saing Indonesia berjalan di tempat. Karena itu, generasi muda disebut memegang peran besar dalam transformasi menuju negara maju.

Menurutnya, FLC menjadi ruang untuk menanamkan wawasan global dan pola pikir kepemimpinan sejak dini.

“FLC ini adalah gagasan untuk menyiapkan generasi masa depan, mendorong para mahasiswa agar memahami paradigma global,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan multitasking sebagai inti dari kepemimpinan modern. 

Pemimpin, kata dia, harus mampu mengelola banyak persoalan secara bersamaan, tetap tenang, dan membuat keputusan strategis.

Menteri Brian mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin Indonesia bangkit dan tidak boleh takut bermimpi besar. 

Ia mencontohkan Amerika Serikat, Cina, Korea, dan Jepang yang pembangunan negaranya ditopang oleh energi dan ambisi anak muda.

“Negara maju diisi oleh anak-anak muda yang punya ambisi tinggi. Kalau kita ingin sejajar, kita harus membangun ambisi itu,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Undiksha, I Wayan Lasmawan turut berbagi kisah pribadi sebagai bukti bahwa perjuangan bisa mengubah hidup. 

Dibesar­kan di desa terpencil, ia tidak pernah bermimpi menjadi profesor atau rektor. Namun kegigihan membawanya meraih gelar Profesor pada usia 36 tahun.

Ia menekankan pentingnya mengenali potensi diri, merancang masa depan, serta mengorkestrasi kompetensi agar selaras dengan cita-cita.

“Hidup harus diperjuangkan. Untuk apa jadi followers kalau bisa jadi trendsetter? Jadilah leader,” katanya.

Indonesia Future Leaders Camp merupakan program kaderisasi kepemimpinan nasional paling bergengsi Kemdiktisaintek. Tahun ini FLC digelar di lima regional.

Khusus regional Bali, Kalimantan, NTB, dan NTT, dipusatkan di Universitas Pendidikan Ganesha.

Program tersebut dirancang dengan pendekatan experiential learning untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#menteri #mahasiswa #geopolitik #pendidikan tinggi #pendidikan #Future Leaders Camp #undiksha #Dikti Saintek #ekonomi #organisasi kemahasiswaan #bem