SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan wisata muck dive berbasis ekonomi biru di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Program tersebut menjadi langkah konkret Undiksha sebagai kampus berdampak dalam mendorong penguatan ekowisata pesisir sekaligus pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pengembangan wisata muck dive tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Wisata Muck Dive Berbasis Ekonomi Biru di Desa Pacung.
Dalam pelaksanaannya, Undiksha berkolaborasi dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kertha Winangun Desa Pacung.
Ketua Tim Pelaksana, I Nyoman Dodik Prasetia menjelaskan, program tersebut dirancang tidak hanya untuk membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut.
Konsep yang diusung menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan wisata selam berkelanjutan.
“Undiksha tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan wisata selam yang berkelanjutan,” ujar Dodik.
Sebagai bagian dari inovasi tersebut, Undiksha menghadirkan Marine Habitat Modules (MHM), yakni struktur buatan ramah lingkungan yang berfungsi memulihkan habitat biota makro sekaligus menciptakan titik selam baru.
Kehadiran MHM diharapkan mampu meningkatkan keanekaragaman hayati laut sekaligus memperkaya pengalaman wisata selam.
Wisata muck dive sendiri dikenal memiliki daya tarik tinggi, khususnya bagi penyelam profesional dan fotografer bawah laut.
Aktivitas tersebut memungkinkan wisatawan menemukan berbagai biota laut langka yang hidup di dasar perairan berpasir dan berlumpur, sehingga memiliki nilai jual tinggi di pasar wisata selam internasional.
Dodik menambahkan, secara global, pasar wisata muck dive memiliki potensi ekonomi yang besar dan menjadi peluang strategis bagi desa-desa pesisir dengan karakter ekologi unik.
“Dengan pengelolaan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat, wisata muck dive dapat menjadi sumber ekonomi baru tanpa merusak lingkungan,” katanya.
Untuk memperkuat kapasitas lokal, anggota PokmaswasKertha Winangun mengikuti pelatihan pemanduan wisata selam dan pengelolaan destinasi yang berlangsung pada Juli hingga November 2025.
Melalui pelatihan tersebut , masyarakat desa kini siap berperan sebagai pemandu wisata lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pariwisata bahari. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya