Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dongkrak Partisipasi Pemilih Muda, IAHN Mpu Kuturan Perkuat Pendidikan Demokrasi di Kampus

Eka Prasetya • Kamis, 18 Desember 2025 | 13:34 WIB

 

PENDIDIKAN PEMILIH: Pendidikan pemilih kepada mahasiswa Institut Mpu Kuturan.
PENDIDIKAN PEMILIH: Pendidikan pemilih kepada mahasiswa Institut Mpu Kuturan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rendahnya partisipasi pemilih muda dalam pemilu masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi penguatan demokrasi. 

Kelompok usia muda yang seharusnya menjadi motor perubahan dinilai belum sepenuhnya terlibat aktif dalam proses demokrasi. 

Kondisi tersebut mendorong penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang strategis membangun kesadaran politik generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, Selasa (16/12/2025). 

Kegiatan tersebut menyasar mahasiswa sebagai pemilih muda agar memiliki pemahaman yang utuh dan kritis mengenai kepemiluan serta sistem demokrasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali materi mulai dari sejarah demokrasi, pihak-pihak yang dipilih dalam pemilu, hingga tiga aspek utama dalam pemilihan umum. 

Mahasiswa juga diajak memahami makna golongan putih (golput) serta dampak negatif yang dapat timbul jika hak pilih tidak digunakan.

Selain itu, ditekankan bahwa seluruh tahapan pemilu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari rakyat. 

Karena itu, partisipasi pemilih dinilai sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.

Tak hanya berperan sebagai pemilih, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai peluang keterlibatan dalam penyelenggaraan pemilu. 

Mulai dari menjadi anggota KPPS, PPS, hingga PPK pada masa mendatang. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui studi kasus (test case) untuk mengukur pemahaman peserta.

Pendidikan demokrasi ini sekaligus menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu, khususnya di Kabupaten Buleleng yang memiliki jumlah penduduk cukup besar. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan demokrasi yang partisipatif dan inklusif.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata, menegaskan peran strategis kampus dalam mencetak pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Pemilih muda adalah penentu arah demokrasi ke depan. Kampus menjadi ruang yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi agar partisipasi pemilih muda dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap pendidikan demokrasi ini mampu memberikan dampak nyata ke depan, sehingga generasi muda tidak hanya hadir di TPS, tetapi juga memiliki kesadaran kritis serta komitmen kuat dalam menjaga dan memperkuat demokrasi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #agama #demokrasi #mahasiswa #golput #pemilu #pemilihan umum #apbn #partisipasi pemilih