Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sentuhan Kreatif IAHN Mpu Kuturan Warnai Bhakti Pertiwi Widyalaya 2026

Eka Prasetya • Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:25 WIB

 

PARADE: Parade budaya siswa widyalaya di Lapangan Puputan Renon.
PARADE: Parade budaya siswa widyalaya di Lapangan Puputan Renon.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK) ambil peran strategis dalam pembentukan identitas Bhakti Pertiwi Widyalaya 2026. 

Kampus berbasis keagamaan Hindu di Buleleng itu dipercaya merancang logo, mars, dan hymne Widyalaya yang akan digunakan secara nasional, sekaligus terlibat aktif dalam Parade Budaya yang digelar di Denpasar, 12–13 Februari 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peluncuran logo, mars, dan hymne pada Kamis (12/2/2026) di Kampus Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Peluncuran tersebut disaksikan langsung Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar.

Sehari berselang, Menteri Agama secara resmi membuka Parade Budaya Bhakti Pertiwi Widyalaya di Lapangan Puputan, Denpasar. 

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan cerminan kesadaran ekoteologi dalam pendidikan keagamaan.

“Hari ini yang kita saksikan bukan sekadar pementasan seni dan budaya, tetapi representasi kesadaran dalam ekoteologi,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Lecehkan Pelajar di Warung, Pria di Sukasada Dilaporkan ke Polisi

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag RI, Prof. I Nengah Duija menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. 

Saat ini, tercatat sekitar 146 sekolah widyalaya tersebar di Indonesia, mulai dari Pratama Widyalaya (PAUD), Adi Widyalaya (SD), Madyama Widyalaya (SMP), hingga Utama Widyalaya (SMA).

Menurutnya, konsep Parade Budaya juga merefleksikan ekoteologi yang menjadi bagian dari Asta Protas (program prioritas) Kementerian Agama RI. 

Para peserta bahkan diwajibkan menggunakan properti berbahan daur ulang sebagai bentuk komitmen terhadap nilai keberlanjutan.

Duija turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah di Bali yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan widyalaya, seperti yang dilakukan Pemkab Jembrana dan Pemkab Gianyar. 

Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut demi memperkuat pengembangan pendidikan widyalaya ke depan.

Proses Kreatif IMK

Sementara itu Koordinator Tim Kesenian IMK, Putu Ardiyasa mengungkapkan, keterlibatan kampusnya tak hanya sebatas perancangan identitas visual dan musikal, tetapi juga dalam penyusunan konsep acara, protokol, hingga koordinasi teknis parade.

Ia mengakui, tantangan terbesar dalam proses kreatif adalah menyatukan berbagai gagasan dari pemangku kepentingan menjadi satu visi artistik yang utuh dalam waktu terbatas. Proses tersebut ditempuh melalui diskusi intensif dan evaluasi berkelanjutan.

“Kami mencoba menyelaraskan ide dari berbagai pihak menjadi satu kesatuan yang kuat. Kuncinya ada pada kebersamaan dan kolaborasi,” ujarnya.

Respons positif terhadap logo, mars, dan hymne yang dipresentasikan menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim IMK.

Terpisah, Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. I Gede Suwindia, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada institusinya sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. 

Menurutnya, keterlibatan dalam agenda nasional tersebut menunjukkan peran aktif kampus daerah dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di tingkat nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses perancangan hingga pelaksanaan kegiatan.

Parade Budaya Bhakti Pertiwi Widyalaya sendiri diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai jenjang pendidikan widyalaya di Provinsi Bali. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan identitas, kreativitas, sekaligus komitmen terhadap nilai-nilai ekoteologi dalam dunia pendidikan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kampus #hindu #Widyalaya #Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan #menteri agama #parade budaya #IMK #identitas #kementerian agama #buleleng