Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Puluhan Sekolah di Buleleng Diusulkan Dapat Bantuan. Dari Perbaikan Atap Bocor Hingga Bangun Kelas Baru

Francelino Junior • Jumat, 22 Mei 2026 | 08:47 WIB
CEK REVITALISASI SEKOLAH: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (pakai topi) saat mengecek progress revitalisasi sekolah di Buleleng.
CEK REVITALISASI SEKOLAH: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (pakai topi) saat mengecek progress revitalisasi sekolah di Buleleng.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng mengusulkan revitalisasi terhadap 80 satuan pendidikan pada 2026. 

Program tersebut tidak hanya menyasar perbaikan bangunan sekolah yang rusak, tetapi juga pembangunan sejumlah fasilitas baru demi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan, jumlah sekolah yang diusulkan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. 

Jika pada 2025 hanya 59 lembaga yang mendapat program revitalisasi, kini jumlahnya bertambah menjadi 80 sekolah.

“Revitalisasi sekolah tahun lalu hanya dapat 59 lembaga, tapi tahun ini dapat 80 sekolah. Ini membantu sekali, karena ada sekolah-sekolah yang sangat memerlukan,” ujarnya Kamis (21/5/2026).

Revitalisasi tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), SD hingga SMP. 

Di jenjang PAUD dan PNF, sebanyak 35 lembaga diusulkan menerima bantuan pembangunan area bermain, ruang kelas baru, ruang UKS, toilet, perpustakaan SKB/Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga ruang praktik keterampilan.

Selain pembangunan fasilitas baru, sejumlah sekolah juga akan mendapatkan rehabilitasi ruang administrasi, ruang kelas, dan toilet yang kondisinya sudah mengalami kerusakan.

Sementara itu, sebanyak 30 SD diusulkan memperoleh bantuan pembangunan kantin, laboratorium, perpustakaan, ruang administrasi, ruang kelas baru, hingga ruang UKS. 

Sejumlah fasilitas lama juga akan direhabilitasi, termasuk ruang laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, dan toilet.

Untuk jenjang SMP, terdapat 15 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi. Programnya meliputi pembangunan ruang administrasi dan ruang kelas baru, serta rehabilitasi sejumlah fasilitas penunjang belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menjelaskan, puluhan sekolah tersebut dipilih berdasarkan hasil seleksi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Sekolah-sekolah ini hasil seleksi di Dapodik. Nanti mereka secara bertahap dipanggil oleh pusat untuk mengikuti bimtek,” katanya.

Dalam waktu dekat, sekolah-sekolah yang masuk usulan akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) secara bertahap. Jenjang SD dijadwalkan lebih dulu mengikuti proses tersebut, kemudian disusul PAUD/PNF dan SMP.

Saat ini, usulan revitalisasi masih dalam tahap verifikasi pemerintah pusat. Pemkab Buleleng berharap seluruh sekolah yang diajukan bisa mendapatkan bantuan, mengingat banyak bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari atap bocor hingga fasilitas dasar yang rusak.

Dana revitalisasi nantinya bersumber dari pemerintah pusat dengan besaran anggaran disesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#revitalisasi sekolah #pendidikan #sekolah #buleleng #siswa