SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Buleleng Education Expo (BEE) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran pendidikan dan hiburan semata.
Pemkab Buleleng menjadikan kegiatan tersebut sebagai media untuk memperkuat program wajib belajar 13 tahun sekaligus menghidupkan kembali identitas Singaraja sebagai kota pendidikan.
BEE 2026 resmi ditutup Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, I Nyoman Sukarmen, di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (18/5/2026) itu menghadirkan 101 pementasan dan 54 pameran pendidikan dari berbagai satuan pendidikan di Buleleng.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Selama tiga hari pelaksanaan, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 5.000 orang.
Expo juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi kreatif di sekitar lokasi kegiatan.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng yang kembali menghidupkan BEE setelah sempat vakum sekitar delapan tahun.
“Saya sangat senang kegiatan BEE ini kembali dilaksanakan di tahun 2026 ini. Dulu terakhir sekitar delapan tahun lalu dan sempat berhenti. Saya kemudian berkomunikasi dengan jajaran Disdikpora agar kegiatan BEE bisa kembali dilanjutkan karena dulu kegiatan ini sangat bagus dan sangat positif,” ujar Supriatna.
Menurutnya, BEE menjadi ruang strategis untuk menampilkan perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi pendidikan daerah.
“Karena ini adalah kegiatan yang positif untuk menampilkan kemajuan dan kondisi pendidikan kita di Kabupaten Buleleng, sangat perlu dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan BEE kedepan diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait pentingnya pendidikan hingga jenjang menengah.
Menurut dia, kegiatan tersebut harus memiliki makna lebih besar dibanding sekadar kemeriahan acara tahunan.
Salah satunya dengan membangun kesadaran masyarakat agar anak-anak tetap mengikuti pendidikan mulai dari prasekolah hingga SMA/SMK sesuai program wajib belajar 13 tahun.
“BEE harus memberikan makna. Salah satunya membangun gairah masyarakat untuk mengikuti program wajib belajar 13 tahun,” kata Surya Bharata.
Ia menjelaskan, angka partisipasi sekolah di Buleleng terus mengalami peningkatan pada setiap jenjang pendidikan.
Saat ini angka partisipasi PAUD mencapai sekitar 60 persen, meningkat dibanding sebelumnya yang masih di bawah 40 persen.
Sementara itu, tingkat partisipasi pendidikan SD mencapai 99 persen, SMP sebesar 96 persen, dan SMA/SMK sekitar 86 persen.
Meski mengalami peningkatan, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memastikan seluruh anak di Buleleng dapat menyelesaikan pendidikan menengah.
“Harapan kami anak-anak di Buleleng semakin senang berada di sekolah dan tidak putus pendidikan,” ujarnya.
Selain mendorong program wajib belajar, BEE 2026 juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi sekolah-sekolah di Buleleng, termasuk sekolah swasta yang selama ini menghadapi persoalan pemerataan jumlah siswa.
Dalam expo tersebut, sejumlah sekolah swasta turut menampilkan kreativitas siswa melalui pertunjukan seni dan inovasi pembelajaran.
Disdikpora menilai kualitas pendidikan tidak hanya dimiliki sekolah negeri, tetapi juga sekolah yang berada dekat dengan domisili masyarakat.
“Kalau sekolah di sekitar domisili sudah memberikan layanan terbaik, mengapa harus jauh-jauh sekolah,” ucap Surya Bharata.
BEE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti talk show “1 Keluarga 1 Sarjana”, lomba Best Practice Pembelajaran yang diikuti 266 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, hingga layanan program Disdikpora Buleleng.
Pada penutupan kegiatan, panitia turut mengumumkan pemenang lomba Best Practice Pembelajaran.
Selain itu, BEE 2026 juga memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi dan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya