SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gempa bumi bisa datang tanpa peringatan. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi bekal penting yang harus dimiliki sejak usia sekolah.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memperkuat budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan melalui program pemberdayaan menuju Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana di Sekolah Laboratorium (Lab) Undiksha.
Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (2/6/2026) hingga Kamis (4/6/2026) itu digelar bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Program tersebut diprakarsai Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Undiksha, I Wayan Muliarta sebagai bagian dari implementasi kompetensi yang diperoleh setelah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) Kepramukaan pada akhir 2025 lalu.
Pelatihan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan berbagai unsur mahasiswa dan relawan kampus.
Di antaranya anggota UKM Pramuka Racana Jelantik-Jempiring (RJJ), UKM KSR/PMI Undiksha, serta tim evakuasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) dan penyusunan prosedur tetap (protap) sekolah saat menghadapi kondisi darurat.
Materi tersebut disampaikan langsung oleh I Wayan Muliarta sebagai langkah awal membangun sistem kesiapsiagaan yang terstruktur di lingkungan sekolah.
Memasuki hari kedua, peserta tidak hanya belajar teori. Mereka diajak menyusun skenario penanganan bencana, mengikuti gladi lapangan, hingga melakukan simulasi gempa bumi yang dipusatkan di area panggung terbuka Sekolah Lab Undiksha.
Kemampuan pertolongan pertama juga menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut.
Materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) diberikan oleh I Kadek Artawan.
Selanjutnya, pada puncak kegiatan, seluruh peserta mengikuti simulasi gempa bumi dan evakuasi korban untuk menguji kesiapan menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.
Mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. I Gde Wawan Sudatha saat membuka kegiatan menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tangguh terhadap bencana.
"Kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya aman dan tangguh bencana," ujarnya.
Program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SMP Lab Undiksha, I Putu Wardana memastikan seluruh warga sekolah terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Guru olahraga, pembina Pramuka, hingga pembina PMI sekolah ikut mendampingi peserta agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
Selain praktik lapangan, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar sekolah.
Melalui pendekatan interaktif tersebut, siswa dan tenaga pendidik diajak memahami langkah-langkah penyelamatan diri, proses evakuasi, hingga penanganan awal saat terjadi keadaan darurat.
Pihak sekolah menilai program ini sejalan dengan upaya pengembangan Sekolah Siaga Bencana yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian, dan keterampilan praktis menghadapi berbagai ancaman bencana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya