SINGARAJA-Pernyataan tegas disampaikan Bupati Buleleng periode 2012-2022, Putu Agus Suradnyana (PAS), kepada para bakal calon maupun bupati Buleleng terpilih nantinya.
Ia mengatakan agar siapapun tokoh masyarakat yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024, untuk tidak sok pintar.
Hal ini disampaikannya dalam Diskusi Politik yang diselenggarakan Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) pada Kamis lalu (27/6) di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja.
PAS saat itu datang untuk mengetahui tokoh-tokoh masyarakat Buleleng yang akan bertarung di Pilkada 2024.
Ia mengapresiasi ide maupun gagasan para bakal calon bupati Buleleng, yang disampaikan dalam diskusi.
Meski begitu, PAS menegaskan dalam pembangunan daerah perlu diperhatian regulasi maupun aturan, khususnya aturan vertikal.
“Harus ada upaya konkret bersama. Karena ada handicap, regulasi, dan aturan yang harus dipahami dalam pembangunan Buleleng,” ujar Agus Suradnyana berpesan.
Menurutnya, ada dua faktor yang harus diperbaiki di Buleleng. Yakni kemiskinan dan pariwisata. Agus mengatakan, masalah kemiskinan sebenarnya bisa dipercepat penyelesaiannya.
Meski begitu, penyelesaiannya tidak bisa konkret. Karena pengentasan kemiskinan yang mengarah pada kesejahteraan, merupakan salah satu landasan dalam pembangunan daerah.
Kemudian mengenai pariwisata, Agus Suradnyana menyarankan agar industri tersebut dapat juga membantu menghapus kemiskinan di Buleleng.
Ia menyarankan agar bupati selanjutnya dapat mengkombinasikan pertanian dengan pariwisata.
Bupati Buleleng ke-8 itu menyebutkan, pengembangan Bali utara memiliki sejumlah penghalang. Apa saja? Yaitu aksesibilitas dan banyaknya tempat wisata menuju Buleleng.
Tapi, Buleleng disebut memiliki potensi wisata yang berbeda. Kata Agus Suradnyana, ada environment value, character value, dan architecture value.
Selain itu, wisatawan yang berlibur di Bali selatan cenderung bosan dengan situasi kemacetan jalan di sana.
“Ini yang harus dijabarkan secara detail bersama. Mau tidak mau harus bisa. Apalagi wisatawan di Denpasar merasa boring, karena kemacetan,” katanya.
Sehingga, kepada bupati Buleleng periode 2024-2029, Agus Suradnyana berpesan agar menjadi pemimpin yang rendah hati, penuh semangat, dan yang terpenting ikhlas menjadi pengabdi masyarakat.
Juga selalu mendiskusikan potensi-potensi kecil yang ada di Buleleng. Sehingga mampu dikelola dengan baik dan mampu berubah menjadi penyumbang potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jadi, nanti pejabat yang terpilih harus bisa membuka diri. Jangan sok pinter. Tolong selalu komunikasi dan diskusi. Monto gen tagih (Itu saja),” tegasnya berpesan. ***
Editor : Donny Tabelak