SINGARAJA, radarbuleleng.id- Nama Gede Suardana mendadak muncul kembali di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024.
Ia disebut menjadi pengganti I Made Sundayana, untuk mendampingi I Nyoman Sugawa Korry sebagai calon wakil bupati dari Golkar.
Pasca pengunduran diri Sundayana untuk mendampingi Sugawa Korry, meski sudah mendapatkan rekomendasi, Golkar kemudian mulai melangkah untuk mencarikan ”jodoh” kepada calon bupatinya.
Rapat internal yang diselenggarakan Golkar pun sudah dilaksanakan, kemudian muncul nama Gede Suardana sebagai pengganti Sundayana.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPD I Golkar Provinsi Bali yang juga calon bupati Buleleng, Sugawa Korry pada Selasa (20/8).
Pilihan calon wakil bupati di Buleleng memang hanya ada dua, merujuk pada para tokoh yang sudah mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik yang membuka pendaftaran.
Mereka hanya Sundayana dan Suardana. Tokoh lainnya memilih mendaftarkan diri sebagai calon bupati.
Kata Sugawa Korry, ada beberapa pertimbangan yang membuat pilihan dijatuhkan ke Suardana.
Apa saja? Suardana disebut mampu mewakili suara milenial dan intelektual, karena kiprahnya di organisasi kepemudaan bahkan pernah bertugas sebagai Ketua KPUD Buleleng tahun 2013-2018.
”Usulan rekomendasi ulang dengan Suardana sebagai calon wakil bupati sedang berproses, sudah kami usulkan ke DPP Golkar. Di internal partai sudah setuju,” jelas Sugawa Korry via sambungan telepon.
Sementara itu, Suardana mengaku bila ia sangat siap untuk menjadi co-pilot alias wakil bupati, bila diberikan kesempatan.
Bahkan ia mengaku tetap menjalin komunikasi politik dengan partai di Buleleng, meski pada beberapa minggu belakangan terhenti karena kesibukannya di bisnis.
Apabila ia kemudian mendapatkan rekomendasi dengan Sugawa Korry, Suardana mengaku sudah seperti diberikan jalan jodoh.
Sebab keduanya kerap bertemu pada beberapa peristiwa, mulai dari persoalan SMA Bali Mandara, hingga penyampaian aspirasi di gedung dewan Bali yang selalu diterima Sugawa korry.
Nantinya, Suardana mengaku akan membawa elektabilitas, jaringan organisasi, pengalamannya, hingga investasi sosial yang telah ditanamnya.
”Saya siap dipinang siapa saja, kalau diajak baru oke. Karena saya sadari proses ini berakhir di last minutes, jadi saya sudah paham dan siap mental, tidak ambil keputusan buru-buru,” ujarnya ditemui pada Selasa (20/8) sore. ***
Editor : Donny Tabelak