Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kasus Kekerasan Tinggi, Gede Suardana Soroti Buleleng Tidak Punya Rumah Aman

Eka Prasetya • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 22:20 WIB

 

BICARA KEKERASAN SEKSUAL: Calon Wakil Bupati Buleleng, Gede Suardana (kanan) saat bertemu dengan para pemuda di Kedai Kopi DeKakiang Singaraja.
BICARA KEKERASAN SEKSUAL: Calon Wakil Bupati Buleleng, Gede Suardana (kanan) saat bertemu dengan para pemuda di Kedai Kopi DeKakiang Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Calon Wakil Bupati Buleleng, Gede Suardana, mengaku prihatin dengan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Buleleng. 

Pria yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus pada Pilkada Buleleng itu, menyoroti minimnya fasilitas rumah aman sebagai tempat perlindungan bagi korban kekerasan di Buleleng. 

Suardana menyebut, pemerintah idealnya memiliki komitmen kuat untuk menyediakan rumah aman dan menempatkannya sebagai prioritas kebijakan publik.

"Saya cukup terkejut mengetahui bahwa Buleleng, dengan kasus kekerasan yang tinggi, tidak memiliki rumah perlindungan bagi korban. Ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah," kata Suardana saat bertemu komunitas pemuda di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja, kemarin (11/10/2024).

Baca Juga: Pengurus Dilantik, Peradi Singaraja Atensi Kekerasan Seksual yang Menimpa Anak

Menurut Suardana, rumah aman sangat penting. Tidak hanya untuk melindungi korban kekerasan, tetapi juga untuk memberikan ruang pemulihan bagi perempuan dan anak yang rentan. 

Ia mengusulkan agar pemerintah segera melibatkan para aktivis, akademisi, dan pegiat gender untuk bersama-sama merancang kebijakan perlindungan yang komprehensif.

Apabila terpilih menjadi Wakil Bupati Buleleng pada Pilkada Buleleng 2024, dia berjanji mendirikan rumah perlindungan ibu dan anak di Buleleng. 

Mantan Ketua KPU Buleleng itu juga menyinggung pentingnya inovasi digital dalam menangani kasus kekerasan. 

Baca Juga: Kasus Kejahatan Seksual Tinggi, Muda- Mudi Desa Adat Buleleng Diberikan Penyuluhan Seksual dan Penyakit Menular

Suardana mengusulkan pengembangan aplikasi pengaduan sebagai saluran bagi para korban yang sering kali merasa malu atau takut untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami.

"Korban sering merasa aib jika mengungkapkan cerita mereka secara terbuka. Dengan aplikasi ini, mereka bisa melapor secara anonim, dan pemerintah dapat segera menindaklanjuti kasus tersebut," jelasnya.

Menurutnya, langkah ini akan membantu pemerintah mengambil tindakan cepat untuk menangani kasus-kasus kekerasan. 

Selain itu, Suardana juga mengusulkan agar kesetaraan gender diadopsi dalam awig-awig (aturan adat) desa, sehingga nilai-nilai tersebut bisa diterapkan secara menyeluruh di masyarakat Bali.

"Kesadaran masyarakat akan batasan-batasan kekerasan harus dibangun. Ketika pemahaman itu sudah kuat, maka tindakan kekerasan bisa diminimalisir," tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Eka Prasetya
#gede suardana #rumah aman #kekerasan seksual #Pilkada Buleleng #buleleng #Singaraja