SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies mengamuk di kawasan Pasar Buleleng, Kecamatan Buleleng, Bali, pada Minggu (8/3/2026) pagi.
Hewan tersebut dilaporkan menggigit sedikitnya 15 warga sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh pecalang setempat.
Insiden itu bermula ketika beberapa pecalang Banjar Adat Delod Peken yang sedang bertugas melakukan penjagaan parkir di sekitar Puri Kanginan Singaraja melihat seekor anjing liar berkeliaran dan meresahkan warga.
Lurah Kendran, Made Sumardika, mengatakan pecalang awalnya hanya berupaya mengusir anjing tersebut dari area pasar. Namun, anjing itu justru menjadi agresif dan menyerang warga yang beraktivitas di pasar.
“Ada anjing liar yang meresahkan lalu diusir. Tapi anjing itu malah agresif dan menggigit beberapa orang,” ujarnya.
Anjing tersebut kemudian berlari ke arah Kampung Singaraja dan sempat kembali menyerang warga di sekitar Masjid Nurul Mubin.
“Di sana juga sempat menggigit beberapa warga. Ada pengendara yang mencoba menahan. Akhirnya karena meresahkan dan menyerang banyak orang, akhirnya dibunuh oleh anggota pecalang,” jelas Sumardika.
Setelah kejadian tersebut, para korban gigitan langsung dievakuasi oleh pecalang ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut Sumardika, sebagian besar korban merupakan warga yang sedang berbelanja di Pasar Buleleng saat insiden terjadi.
“Korban ada yang dari Liligundi, Kelurahan Paket Agung, dan Kendran. Kebanyakan memang sedang berbelanja di Pasar Buleleng,” katanya.
Pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Buleleng untuk penanganan lanjutan, termasuk rencana vaksinasi anjing di wilayah sekitar.
“Kami sudah koordinasi dengan tim dari Dinas Pertanian. Rencananya akan dilakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing di wilayah tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan adanya kasus gigitan anjing liar tersebut.
Untuk memastikan apakah hewan tersebut positif rabies atau tidak, dokter hewan dari Puskeswan Kecamatan Buleleng telah mengambil sampel otak hewan penular rabies (HPR) untuk diuji di laboratorium.
“Dokter hewan dari Puskeswan Buleleng sudah mengambil sampel otak anjing untuk pemeriksaan laboratorium,” kata Melandrat.
Berdasarkan ciri perilaku hewan tersebut, pihaknya menduga kuat anjing tersebut terinfeksi rabies.
“Dari ciri perilaku memang mengarah rabies. Kami juga sangat menyayangkan karena anjing ini tanpa pemilik atau liar,” tambahnya.
Data sementara mencatat jumlah korban gigitan mencapai 15 orang. Sebanyak 14 korban telah diizinkan menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan medis di RSUD Buleleng.
Sementara satu korban lainnya, Nyoman Aryani, 58, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat gigitan anjing tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya