Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Festival Budaya RBS: Tanamkan Cinta Budaya Lokal Sejak Usia Dini

Eka Prasetya • Minggu, 23 Maret 2025 | 22:28 WIB

 

FESTIVAL BUDAYA: Anak-anak di Rare Bali School saat parade budaya. Mereka mengusung ogoh-ogoh labubu.
FESTIVAL BUDAYA: Anak-anak di Rare Bali School saat parade budaya. Mereka mengusung ogoh-ogoh labubu.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rare Bali School (RBS) kembali menggelar Gelar Festival Budaya sebagai ajang edukatif dan rekreatif untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada anak-anak. Event tersebut digelar pada 19–21 Maret lalu di Singaraja, Buleleng. 

Festival ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan terlibat langsung dalam pelestarian seni dan budaya Bali.

Dengan tema yang penuh warna, Festival Budaya VI menghadirkan beragam aktivitas budaya yang dikemas secara atraktif, unik, dan menyenangkan bagi anak-anak. 

Mulai dari pawai Ogoh-Ogoh di Taman Kota Singaraja, hingga berbagai pertunjukan seni dan kompetisi yang melibatkan siswa, orang tua, dan komunitas lokal.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi bagi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sejak dini,” ujar Ketua Panitia, Putu Yuni Indriani. 

Menurutnya, keterlibatan langsung anak dalam aktivitas budaya dapat memperkaya pengalaman dan membangkitkan kreativitas.

Baca Juga: Lomba Ogoh-Ogoh Mini: Upaya Generasi Muda Buleleng Lestarikan Budaya

Rangkaian acara semakin meriah dengan pertunjukan seni di RTH Bung Karno. Penampilan Sekaa Gong kolaborasi RBS yang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Dwi Mekar. 

Tari kreasi dari orang tua TPA, tarian tradisional Bali, bebanyolan tunggal alias stand up comedy, hingga lomba karaoke lagu Bali. 

Festival ini juga menjadi ajang kolaborasi yang melibatkan masyarakat lebih luas. Berbagai lomba digelar untuk meningkatkan partisipasi publik, seperti Lomba Jegeg Bagus External, Lomba Baleganjur, Tari Kecak Kolosal, dan pertunjukan musik akustik. Tak ketinggalan, stan kuliner khas Bali turut memanjakan lidah para pengunjung.

“Yang membedakan festival ini adalah keterlibatan seluruh elemen—anak, orang tua, hingga komunitas. Ini menjadi bentuk sinergi budaya yang luar biasa,” tambah Yuni. 

Ia berharap festival yang memadukan seni tradisional dan kreativitas seni modern ini mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya Bali.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan merayakan keragaman budaya dalam Festival Budaya VI. Mari bersama-sama menjaga warisan budaya leluhur melalui ajang yang penuh semangat dan kreativitas ini,” tutupnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ogoh-ogoh #bali #sekaa gong #stand up comedy #sanggar seni #karaoke #tari kreasi #festival budaya #taman kota #budaya #buleleng #edukasi #festival