SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Museum Lontar UPTD Gedong Kirtya kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Museum yang berlokasi di Singaraja itu masuk nominasi kategori Museum Project Competition pada ajang Indonesia Museum Awards (IMA) 2025 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Kategori tersebut menilai inovasi, kreativitas, serta relevansi museum dalam menjangkau publik modern.
Dari sekitar 600 museum di Indonesia, hanya enam yang lolos sebagai nominator.
Tahun ini, gelar juara diraih Museum Keraton Yogyakarta, disusul Museum Perkebunan Indonesia dan Museum Geologi.
Kepala UPT Museum Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati mengatakan, proses masuk nominasi bermula dari undangan panitia beberapa bulan lalu.
Museum kemudian mengajukan program belajar menulis lontar dan lomba budaya sebagai materi penilaian.
“Pertama saya dihubungi panitia dan diminta mengirimkan program. Ternyata itu yang meloloskan kami sebagai nominator,” kata Susilawati.
Menurutnya, masuk nominasi sudah menjadi bentuk pengakuan nasional, terutama karena koleksi lontar selama ini kerap dianggap kalah menarik dibandingkan koleksi museum besar lainnya.
“Bagi sebagian orang lontar dianggap remeh, padahal justru itu daya tarik kami. Dua kali masuk nominasi nasional menunjukkan nilai museum lontar diakui,” ujarnya.
Susilawati menambahkan, pencapaian ini sekaligus menjadi momentum pembaruan museum agar lebih relevan bagi pengunjung.
Museum, katanya, tidak lagi sekadar ruang penyimpanan benda sejarah, tetapi harus menjadi pusat edukasi, hiburan budaya, dan pembelajaran praktis.
Ia mencontohkan konsep pameran tematik yang menghubungkan koleksi dengan sejarah, teknologi, hingga aspek sosial, serta penggunaan multimedia dan animasi agar lebih ramah bagi anak dan pengunjung dewasa.
Saat ini Museum Lontar Gedong Kirtya tengah menyiapkan proyek berkelanjutan untuk memperkuat peran lontar dalam kehidupan masyarakat modern.
“Ke depan, lontar bukan hanya dibuka pada momen tertentu, tetapi hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya masyarakat Bali,” tutupnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya