Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hadiri Pemelaspas Pura Mas Pidada Singaraja, Giri Prasta Tegaskan Budaya Bali Tak Boleh Pudar

Eka Prasetya • Kamis, 29 Januari 2026 | 12:02 WIB

 

SERAHKAN PUNIA: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta (kanan) menyerahkan punia dalam upacara melaspas Pura Mas Pidada, Singaraja.
SERAHKAN PUNIA: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta (kanan) menyerahkan punia dalam upacara melaspas Pura Mas Pidada, Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus mengikuti persembahyangan dalam rangkaian Upacara Pemelaspas Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada. 

Upacara berlangsung di Pura Mas Pidada yang terletak Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (28/1/2026).

Persembahyangan dilaksanakan bersama krama pengempon, krama pengemong, serta umat di Buleleng.

Usai persembahyangan, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama dalam melaksanakan yadnya. 

Ia menyebut, krama telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya, mulai dari upacara di tingkat keluarga, desa adat, hingga rahinan jagat. 

Pengorbanan tersebut juga mencakup pembangunan fisik pura, penyediaan sarana dan prasarana, hingga kelengkapan upacara seperti gong sakral.

Menurutnya, rampungnya pembangunan Pura Mas Pidada saat ini merupakan bentuk “membangun jembatan emas” bagi generasi mendatang. 

Dengan selesainya pembangunan fisik, beban generasi penerus diharapkan menjadi lebih ringan sehingga dapat fokus menjaga nilai spiritual dan budaya.

“Ke depan, saat pelaksanaan pujawali, kalau bisa akan didukung oleh pemerintah, sehingga krama cukup hadir untuk ngayah dan menghaturkan bhakti,” ungkapnya.

Giri Prasta juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak menggerus akar budaya Bali. Ia menilai Singaraja sebagai salah satu pusat lahirnya maestro-maestro topeng yang keberlanjutannya harus terus dijaga. Menurutnya, pembangunan dan pelestarian budaya harus berjalan seiring.

Secara khusus, ia menekankan pentingnya menjaga gong sakral yang ada di Pura Mas Pidada. Gong tersebut tidak semestinya diganti, melainkan direstorasi atau diperbaiki jika mengalami kerusakan, karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud bhakti kepada krama dan Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Mas Pidada.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Banjar Tegal, Made Kastika, menjelaskan bahwa Pura Mas Pidada merupakan sungsungan jagat sekaligus sungsungan keturunan Gusti Ngurah Batu Lepang yang diempon Banjar Adat Banjar Tegal. 

Pura tersebut memiliki sekitar 100 pengempon dan menjadi salah satu pura pemaksan di wilayah tersebut.

Menurut cerita leluhur, Pura Mas Pidada memiliki keunikan spiritual dan budaya yang kental dengan peninggalan asal Jawa. 

Di antaranya kekidungan Dalem Solo yang dilantunkan saat mendak ke segara, gamelan Kedencong yang kesamaannya hanya ditemukan di Solo, keberadaan paduraksa, serta Ida Sesuhunan yang melinggih meparab Ida Bhatara Mas Makober.

Ia menambahkan, seluruh proses perbaikan dan pembangunan Pura Mas Pidada bersumber dari hibah Program Angelus Bhuana yang disalurkan saat Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung. 

Atas bantuan tersebut, prajuru adat, prajuru dinas, serta krama pengempon menyampaikan apresiasi dan terima kasih.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran adat dan dinas, serta masyarakat setempat. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antara pemerintah dan krama dalam menjaga budaya, spiritualitas, dan jati diri Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #topeng #krama #pengempon #sakral #persembahyangan #yadnya #wakil gubernur bali #Pura Mas Pidada #gong #budaya #giri prasta #buleleng #Banyuasri #pura #pidada