Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Parade Budaya HUT ke-422 Kota Singaraja Meriah, Angkat Kisah Kejayaan Panji Sakti 

Francelino Junior • Senin, 30 Maret 2026 | 14:15 WIB
ANGKAT KISAH SEJARAH: Penampilan parade budaya serangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja, yang dipusatkan di areal Taman Kota Singaraja, pada Senin (30/3/2026). (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
ANGKAT KISAH SEJARAH: Penampilan parade budaya serangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja, yang dipusatkan di areal Taman Kota Singaraja, pada Senin (30/3/2026). (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Parade budaya serangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja berlangsung meriah, Senin (30/3/2026). 

Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan atraksi seni yang digelar sepanjang rute dari Taman Kota Singaraja hingga Terminal Banyuasri tersebut.

Kegiatan dibuka di Taman Kota Singaraja, kemudian para peserta bergerak melalui Jalan Pramuka, Jalan Ahmad Yani, dan berakhir di Terminal Banyuasri. 

Sepanjang perjalanan, penonton disuguhkan berbagai garapan seni yang sarat nilai sejarah dan budaya Buleleng.

Parade ini melibatkan sembilan kecamatan di Buleleng serta satu sanggar seni. Pembuka parade adalah Sanggar Seni Manik Uttara yang menampilkan keberagaman etnis di Buleleng, mencerminkan harmoni masyarakat multikultural.

Selanjutnya, rangkaian pertunjukan diisi oleh masing-masing kecamatan dengan tema besar perjalanan I Gusti Anglurah Panji Sakti. 

Kecamatan Gerokgak mengangkat kisah kelahiran Ki Barak, disusul Kecamatan Tejakula yang menampilkan perjalanan hidupnya.

Kecamatan Busungbiu menggambarkan momen Ki Barak diutus ke Denbukit, sementara Kecamatan Kubutambahan menampilkan pertemuan Ki Barak dengan Panji Landung. 

Kisah berlanjut melalui garapan Kecamatan Seririt yang mengisahkan Ki Barak menyelamatkan kapal saudagar China yang karam.

Memasuki bagian penting sejarah, Kecamatan Banjar menampilkan penobatan Ki Barak sebagai Raja Buleleng dengan gelar I Gusti Anglurah Panji Sakti. 

Kemudian Kecamatan Sukasada menghadirkan tradisi megoak-goakan menjelang penyerangan Kerajaan Buleleng ke Blambangan.

Kecamatan Sawan menutup kisah perjuangan dengan menggambarkan gugurnya Pangeran Danudreshta, putra tunggal Panji Sakti. 

Sementara Kecamatan Buleleng menjadi penampil terakhir dengan garapan kejayaan Kerajaan Buleleng.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menegaskan, parade budaya ini sengaja mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai identitas daerah.

“Kami menampilkan budaya lokal karena kami tahu bahwa Buleleng itu kaya sekali budayanya. Bukan hanya bernafaskan budaya Hindu, tapi juga Muslim seperti burdah Pegayaman dan Konghucu lewat kesenian barongsai. Tahun ini sengaja kami angkat tema perjalanan I Gusti Anglurah Panji Sakti sampai terbentuknya Kota Singaraja, sebagai pesan bahwa kita jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendorong percepatan pembangunan Buleleng, dengan tetap berpijak pada nilai sejarah dan budaya.

“Tyang berkomitmen secara serius melakukan percepatan pembangunan Buleleng sebagai kelanjutan memori kolektif karena Buleleng ini punya nilai sejarah yang sangat kuat. Karena Singaraja ini pernah menjadi ibu kota Provinsi Sunda Kecil, yang mencakup Bali, NTB, dan NTT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga wilayah dan tidak mudah tergiur investasi yang belum tentu berdampak baik bagi masa depan.

“Tyang mohon agar selalu menjaga Buleleng ini dengan baik dengan prinsip menjaga wilayah. Hati-hati, karena sekarang banyak sekali orang datang bawa proposal, janji, segala macam,” tegasnya.

Koster menambahkan, Buleleng memiliki kekayaan seni khas yang turut memberi kontribusi besar terhadap budaya Bali, seperti Tari Trunajaya dan Tari Palawakya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#denbukit #kota singaraja #raja buleleng #sanggar seni #sejarah #terminal banyuasri #parade budaya #panji sakti #seni #budaya #penonton #buleleng #Taman Kota Singaraja #atraksi