Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

PKB 2026 Angkat Isu Ulah Pati, Sarasehan Bedah Fenomena yang Kian Marak di Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 30 April 2026 | 13:06 WIB
TAMPIL: Penampilan Sanggar Seni Santhi Budaya, Buleleng, dalam acara Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 lalu. (Dinas Kebudayaan Buleleng)
TAMPIL: Penampilan Sanggar Seni Santhi Budaya, Buleleng, dalam acara Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 lalu. (Dinas Kebudayaan Buleleng)

 

RadarBuleleng.id - Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga ruang refleksi sosial. 

Hajatan tahunan Pemerintah Provinsi Bali ini mengusung tema “Atma Kerti: Jiwa Sidha Parisudha” yang menitikberatkan pada upaya penyucian jiwa menuju kesempurnaan.

Di balik kemegahan pergelaran seni, PKB tahun ini juga akan mengangkat isu krusial, yakni fenomena ulah pati yang belakangan marak terjadi di Bali. Topik tersebut rencananya akan dibahas secara mendalam dalam forum sarasehan.

“Nanti itu akan dibedah karena memang banyak sekali sekarang anak-anak Bali itu (ulah pati) marak ya. Nah, lewat seminar nanti itu juga akan dibahas apa sih sebenarnya penyebabnya dalam konteks itu,” ujar kurator PKB ke-48, Prof I Gede Arya Sugiartha, di Denpasar, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, melalui pendekatan seni, masyarakat diajak melakukan perenungan dan penyucian jiwa agar mencapai kondisi paripurna. 

PKB 2026 sendiri tetap mempertahankan 10 materi pokok, mulai dari pawai, lomba, workshop, pergelaran, hingga sarasehan.

Selain itu, dua agenda budaya internasional juga akan mewarnai PKB tahun ini, salah satunya Bali World Culture Celebration (BWCC) yang menghadirkan partisipasi seniman dari berbagai negara.

Dari sisi karya, sejumlah cerita yang diangkat selaras dengan tema Atma Kerti, seperti kisah Lubdaka dan Jaratkaru yang sarat pesan penyucian jiwa. 

Narasi tersebut dinilai memiliki kekuatan karena memadukan unsur hiburan, petuah, hingga romantika kehidupan.

Jumlah seniman yang terlibat diperkirakan menembus angka 20 ribu orang, termasuk partisipasi seniman anak-anak. 

Namun, kurator mengingatkan agar pelibatan anak tetap memperhatikan aspek psikologis dan tidak membebani mereka secara berlebihan.

“Kalau anak-anak itu emang dia pure sesuatu yang sesuai dengan jiwanya dia. Istilahnya kalau anak-anak itu terlalu diforsir juga seperti seniman-seniman dewasa itu sebenarnya kita tidak boleh,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah agenda diprediksi menjadi magnet penonton, seperti Lomba Baleganjur, Lomba Barong Ket, dan Parade Gong Kebyar. 

Bahkan, hasil undian mempertemukan kontingen Gianyar dan Badung dalam parade Gong Kebyar yang diprediksi bakal menyedot perhatian dari para pecinta seni.

Saat ini, jadwal resmi PKB 2026 masih dalam tahap finalisasi dan direncanakan akan diumumkan pada awal Mei mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #pesta kesenian bali #ulah pati #pkb