SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Senderan di halaman SDN 2 Silangjana, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, jebol pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Peristiwa tersebut langsung ditindaklanjuti dengan asesmen serta penyaluran bantuan logistik oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan jebolnya senderan diduga dipicu beberapa faktor teknis, mulai dari konstruksi yang tidak memadai hingga sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.
Akibat kejadian tersebut, senderan pasangan batu sepanjang 6 meter dengan tinggi 2,3 meter dan ketebalan 20 sentimeter dilaporkan jebol.
Tidak hanya itu, bagian senderan di sebelahnya juga mengalami pembengkakan dan berpotensi roboh jika tidak segera ditangani.
Selain itu, tembok batako penyengker halaman sekolah yang berada di atas senderan sepanjang 6 meter dengan tinggi 80 sentimeter kini dalam kondisi miring dan nyaris roboh.
BPBD Buleleng menaksir total kerusakan akibat kejadian ini mencapai sekitar Rp 10 juta.
“Mungkin disebabkan senderan sekolah terlalu tipis. Pipa pengeluaran air di senderan tidak berfungsi, ditambah lagi senderan tidak kuat menahan resapan air dari taman bunga yang ada diatasnya,” kata Suyasa.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa dua lembar terpal untuk mengantisipasi kerusakan lanjutan, terutama saat hujan.
Sementara itu, pihak Desa Silangjana juga bergerak cepat dengan mengupayakan penanganan sementara.
Di antaranya dengan menahan tembok penyengker yang hampir roboh serta memasang karung untuk menahan tanah agar tidak kembali longsor. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya