SINGARAJA-Dalam rangka mengupayakan Kabupaten Buleleng terbebas dari narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng merekrut 30 orang dari jajaran pemerintah desa dan desa adat untuk menjadi penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Sebanyak 30 orang penggiat itu mendapatkan pelatihan mulai tanggal 24-25 April 2024 oleh BNN Buleleng.
Unsur akademisi dan pemerintahan pun juga diundang menjadi pemateri untuk meningkatkan kompetensi penggiat P4GN Buleleng.
Berdasarkan data dari Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Buleleng, tercatat pada tahun 2023 ada 50 orang yang harus mendapatkan rawat jalan dan 17 orang rawat inap.
Lalu pada tahun 2022 ada 60 orang yang rawat jalan dan lima orang rawat inap. Kemudian di tahun 2021 ada 111 orang yang mendapatkan rawat jalan dan 18 orang yang rawat inap.
"Penggiat ini akan membantu BNN juga dalam hal mentransfer ilmu tentang bahaya narkoba dan bagaimana dampaknya," jelas Kepala BNN Buleleng, I Gede Astawa pada Kamis (25/4).
Astawa mengharapkan keikutsertaan jajaran di pemerintah desa dan desa adat mampu mengurangi peredaran narkotika di Bali utara.
Sebab dengan partisipasi masyarakat, dapat mewujudkan wilayah Buleleng bersih dari narkoba.
"Kalau desa semuanya sudah berkomitmen untuk mewujudkan bersih dari narkoba, maka otomatis Kabupaten Buleleng juga bersih. Itu yang kita inginkan," harapnya.
Dalam materi yang didapatkan para penggiat P4GN, diberikan juga mengenai literasi digital.
Yang berkaitan dengan pemanfaatan media sosial dalam penyebarluasan bahaya narkoba ke masyarakat.
Mengingat media sosial sudah menjadi bagian dalam diri kehidupan masyarakat, sehingga sangat berpengaruh bila dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi yang bersifat positif. ***
Editor : Donny Tabelak