RadarBuleleng.id - Kebakaran hebat terjadi di Banjar Pembungan, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan pada Senin (6/5/2024) malam.
Kebakaran itu menyebabkan 3 orang korban jiwa. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan seorang balita.
Belakangan diketahui ketiganya merupakan warga asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
Ketiganya adalah Made Ari Sanjaya, sang istri Komang Nopi Mertasari, serta putra mereka yang baru berusia 2 tahun, yakni Putu Gede Agus.
Baca Juga: Amor Ing Acintya. Ayah, Ibu, dan Balita asal Buleleng Tewas Akibat Kebakaran di Sesetan, Bali
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana mengungkapkan, informasi kebakaran itu diterima melalui Pusdalops BPBD Denpasar pada pukul 22.54 Senin dini hari.
Begitu mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung menerjunkan 4 unit mobil pemadam kebakaran dari semua pos dengan kekuatan 32 orang personel.
Tim pemadam sebenarnya sudah sampai di TKP pada pukul 23.01. Namun tim tidak bisa langsung bekerja karena lokasi kebakaran terletak di gang sempit.
Akhirnya petugas pemadam mengerahkan dua unit armada kecil yang bisa menjangkau lebih dekat ke TKP. Sementara armada lainnya menyuplai air.
"Setelah sampai di TKP, petugas damkar melaksanakan pemadaman api di lokasi dan juga sesuai dengan SOP yaitu dengan mencegah agar api tidak merembet ke bangunan lainnya, karena TKP merupakan daerah padat bangunan atau kos-kosan," kata Tirana, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga: Tragedi Kebakaran di Sesetan: Sekeluarga asal Buleleng Tewas, Sempat Terdengar Teriakan dan Tangisan
Menurut Tirana pihaknya langsung berupaya memadamkan api secepat mungkin. Api akhirnya berhasil padam pada pukul 00.30 Selasa dini hari.
Tim pemadam kemudian melakukan penyisiran di TKP. Saat masuk ke salah satu kamar kost dan melongok ke kamar mandi, mereka dibuat kaget.
Para petugas menemukan kaki manusia di kamar mandi. Ketiganya saling berpelukan di lantai kamar mandi.
“Ternyata itu korban yang tinggal di sana. Makanya semua anggota kami kaget. Karena awalnya dibilang kosong," kata Tirana.
Pihaknya pun menyampaikan temuan tersebut kepada pihak kepolisian yang siaga di tempat kejadian.
Petugas pemadam kemudian membantu membersihkan puing-puing bangunan. Lalu meminta petugas PMI membantu proses evakuasi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Ruang Jenazah RS Prof Ngoerah Sanglah.
"Asal (korban, red) dari Singaraja, Buleleng. Tadi sudah dijemput sama keluarga dan dibawa ke Singaraja dengan menggunakan ambulans," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah rumah kost yang terletak di Kelurahan Sesetan, Denpasar.
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sekeluarga meninggal dunia, terdiri dari suami, istri, dan anaknya yang masih balita. Ketiganya merupakan warga Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
Mereka terjebak dalam kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (6/5/2024) malam.
Sejumlah saksi mata kebakaran tersebut mengaku sempat mendengar Teriakan minta tolong dan tangisan anak-anak. Saksi sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api cepat membesar.
Perbekel Bontihing, I Gede Pawata membenarkan bahwa ketiganya merupakan warga Desa Bontihing.
"Iya warga kami. Memang sekeluarga. Jenazahnya masih di Sanglah (RS Prof Ngoerah). Rencananya siang ini dibawa ke rumah duka," ujar Pawata. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya