Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sempat Viral karena Dikeluhkan Warga, Perbaikan Jalan Rusak di Desa Pegadungan Buleleng Butuh Anggaran Rp 2,5 Miliar

Francelino Junior • Jumat, 10 Mei 2024 | 03:05 WIB
Perlu anggaran sebanyak Rp 2,5 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Desa Pegadungan.
Perlu anggaran sebanyak Rp 2,5 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Desa Pegadungan.

SINGARAJA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memerlukan anggaran sebanyak Rp 2,5 miliar untuk memperbaiki jalan yang rusak di Banjar Dinas Batudinding, Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. 

Rusaknya jalan tersebut sebelumnya diviralkan masyarakat setempat melalui sebuah video yang disebarkan lewat media sosial pada Minggu (5/5) lalu. 

Pasca ramai video tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng turun langsung ke Desa Pegadungan untuk meninjau langsung lokasi, serta menemui warga dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra mengatakan pihaknya sudah mengajukan usulan perbaikan jalan ke tingkat provinsi dan pusat, setiap tahunnya. 

Tetapi dari usulan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum baru menyetujui perbaikan jalan Desa Sembiran-Madenan melalui usulan dana Inpres Jalan Desa (IJD). Pengerjaannya akan dilakukan pada Mei 2024 ini.

Sementara untuk ruas jalan dan jembatan Desa Pegadungan tepatnya di Banjar Dinas Batundinding, rencananya akan kembali diusulkan perbaikannya pada anggaran perubahan tahun ini. Anggaran perubahan biasanya dilakukan pada Juli-Agustus 2024.

“Kami pastikan khusus untuk perbaikan jembatan dapat direalisasikan tahun ini," tegas Adiptha pada Kamis (9/5).

Untuk diketahui, ruas jalan yang rusak di Desa Pegadungan panjangnya mencapai 7,5 meter, sementara 1,5 meter di antaranya tergolong rusak berat. Untuk perbaikannya, Pemkab Buleleng harus menyiapkan anggaran perbaikan mencapai Rp 2,5 miliar. 

Tetapi, dana sebesar itu harus menunggu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024. Atau harus menunggu sampai tahun 2025, agar dapat dilaksanakan pada APBD Induk 2025.

Sementara untuk jembatan yang rusak, dengan dimensi 6 meter kali 4 meter, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 700 juta. Jembatan ini dinilai sangat penting karena menjadi jalur penghubung Desa Pegadungan dan Desa Pegayaman.

“Pemkab Buleleng melalui Dinas PUTR tetap berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur demi kenyamanan warga,” tandasnya. 

Sebelumnya pada Minggu (5/5) pagi, beredar video di media sosial yang menampilkan sejumlah warga yang menyampaikan protes atas rusaknya jalan tersebut. Mereka meminta agar akses tersebut dapat segera diperbaiki.

Dalam video itu juga memperlihatkan kondisi jalan yang dalam keadaan rusak berat, sehingga diperlukan perbaikan.

Bukan hanya kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan soal kerusakan jembatan yang sangat vital bagi aktivitas warga. Hingga kini jembatan itu belum juga diperbaiki.

Kepala Dusun/Kelian Banjar Dinas Batudinding, Ketut Soma Redana Yasa mengatakan jalan tersebut merupakan penghubung antara Desa Pegadungan dan Desa Pegayaman, yang berstatus jalan kabupaten.

Jalan sepanjang 1.450 meter itu sebenarnya sudah sering diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) kecamatan sejak tahun 2017. Tetapi, usulan tersebut tidak pernah di-acc. 

Kemudian pada tahun 2020, Soma mengatakan usulan perbaikan jalan itu masuk dalam draft perbaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, tetapi harus batal karena di saat bersamaan sedang terjadi pandemi Covid-19. Lalu diundur kembali ke tahun 2020.

Katanya, pada awal tahun 2024, ada tim survei dari PU pusat diantar Dinas PUTR kabupaten, katanya ada dana pusat mau perbaiki. Tetapi setelah dikonfirmasi kembali, belum ada kepastian lebih lanjut. Sehingga mereka terpaksa membuat video protes. ***

Editor : Donny Tabelak
#jalan rusak #viral #perbaikan jalan #desa pegadungan #pemkab buleleng