KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Korban tragedi kebakaran di Sesetan, dimakamkan pada Jumat (10/5/2024) siang.
Korbannya adalah Made Ari Sanjaya, 30; sang istri, Ni Nyoman Nopi Mertasari, dan putra mereka, Putu Gede Agus, 2. Ketiganya adalah warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Mereka bertiga menjadi korban kebakaran tragis di Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada Senin (6/5/2024) lalu.
Jenazah keluarga tersebut akhirnya dimakamkan di Setra Desa Adat Bontihing, pada Jumat siang.
Ratusan warga juga turut mengantar jenazah keluarga Made Ari Sanjaya ke areal pekuburan yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah duka.
Dalam perjalanan menuju ke setra, peti jenazah Agus berada paling depan, disusul peti jenazah Ari, dan terakhir peti jenazah Nopi.
Selama perjalanan menuju ke setra, tampak beberapa krama mengeluarkan ponselnya untuk merekam setiap momen yang ada.
Apalagi, kematian Ari, Nopi, dan putranya menjadi perbincangan khalayak ramai.
Sejumlah warga juga tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka. Mengingat keluarga tersebut meninggal secara tragis.
Perbekel Bontihing, I Gede Pawata menuturkan, mendiang Made Ari Sanjaya dikenal sebagai sosok yang baik.
Sekalipun Ari merantau di Denpasar bersama keluarganya, Ari selalu menyempatkan menyama braya dengan tetangga.
Tidak heran bila kemudian warga beramai-ramai mengantar keluarga tersebut ke tempat peristirahatan mereka yang terakhir.
“Ini buktinya kalau Ari sosok yang ramah di desa. Jadinya ramai yang ikut mengantarnya ke setra,” lanjut Pawata.
Pada proses penguburan tersebut, jenazah Made Ari Sanjaya dan istrinya, Ni Nyoman Nopi Mertasari dikubur di Setra Gede Bontihing.
Sementara putra mereka, Putu Gede Agus, dimakamkan di Setra Alit Bontihing. Kedua setra itu masih berada di areal yang berdekatan.
Jenazah Putu Gede Agus dimakamkan lebih dulu, baru kemudian dilanjutkan dengan proses pemakaman jenazah Ari Sanjaya dan istrinya.
“Jadi tradisinya di sini, kalau jenazah yang dewasa pasti di kuburan dewasa. Tapi kalau anak belum kepus (tanggal) gigi, maka dikuburkan di kuburan anak-anak,” jelas Pawata.
Baca Juga: Tragedi Kebakaran Sesetan: Sang Kakek Dekap Erat Cucunya
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah rumah kost yang terletak di Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada pukul 23.00 Senin (6/5/2024) malam.
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sekeluarga meninggal dunia, terdiri dari suami, istri, dan anaknya yang masih balita.
Ketiganya merupakan warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
Jenazah ketiganya ditemukan dalam kondisi berpelukan di kamar mandi kamar kost yang mereka huni.
Sejumlah saksi mata kebakaran tersebut mengaku sempat mendengar Teriakan minta tolong dan tangisan anak-anak.
Saksi sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api cepat membesar.
Diduga kebakaran dipicu panel MCB listrik yang meleleh. Percikan api dari panel MCB mengenai jok sepeda motor, lalu melahap tangki kendaraan sehingga terjadi ledakan dan langsung memicu kebakaran. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya