Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Balai Wilayah Sungai Cek Aset Jaba Pura Segara Penimbangan yang Rusak Kena Gelombang

Francelino Junior • Sabtu, 14 September 2024 | 14:20 WIB
Kepala BWS Bali-Penida, Muhammad Noor sebut pihaknya akan memeriksa aset areal jaba Pura Segara Penimbangan, untuk melakukan perbaikan.
Kepala BWS Bali-Penida, Muhammad Noor sebut pihaknya akan memeriksa aset areal jaba Pura Segara Penimbangan, untuk melakukan perbaikan.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Pemeriksaan aset kini dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, sebagai langkah selanjutnya dalam perbaikan areal jaba sisi Pura Segara Penimbangan di Desa Baktiseraga, yang rusak terkena gelombang pasang.

Ini diungkapkan Kepala BWS Bali-Penida, Muhammad Noor pada Kamis (12/9) di Kabupaten Buleleng.

Menurut Noor, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan perbaikan terhadap areal yang rusak tersebut.

Sebab harus dipastikan dulu pihak mana yang memiliki asetnya, sehingga bisa dilakukan koordinasi lebih lanjut.

Ia mencontohkan, bila aset tersebut memang dimiliki oleh BWS Bali-Penida, maka pihaknya tentu dapat segera dan secepat mungkin melakukan perbaikan, baik penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Namun bila asetnya ternyata milik Pemerintah Provinsi Bali, maka pihaknya harus terlebih dahulu berkoordinasi. Sehingga tidak terjadi asal serobot penanganan.

”Jadi kami tunggu waktu survei lapangan untuk pastikan aset siapa yang bangun, biar jelas. Karena kalau bukan aset kami, kemungkinan tidak bisa pemeliharaan. Jaid perlu koordinasi berkaitan,” ujarnya.

Informasinya, areal tersebut sudah rusak dalam jangka waktu yang cukup lama, karena dihantam gelombang.

Dulunya, krama (warga) desa adat akan melakukan perbaikan swadaya, namun kini mereka terkendala kas.

Dari pantauan di lapangan, lebar kerusakan itu mencapai 10 meter dengan panjang sekitar 25 meter. 

Krama desa pun berharap pemerintah bisa membantu perbaikan, juga membantu menyiapkan pemecah ombak, guna mengurangi kerusakan.

Kepala BWS Bali-Penida itu melanjutkan, bahwa pemeliharaan maupun perbaikan di pinggir pantai, tidak bisa disamaratakan di semua areal pantai. Namun menyesuaikan dengan kondisi dan topografi yang ada.

Katanya, panjang garis pantai di Bali sepanjang 665 kilometer, yang 200 kilometer-nya sudah mengalami abrasi.

Sisanya pun kini masuk dalam program Rencana Strategis (Renstra) di tahun 2024.

”Kalau di Buleleng, pada tahun 2023 kami bangun pelindung pantai dan pemecah ombak, karena ombaknya memang tinggi. Kembali lagi berdasarkan topografi wilayahnya,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pura Segara Penimbangan merupakan Pura Tri Kahyangan yang di-sungsung oleh krama Desa Adat Panji.

Apalagi pura ini ada historis sejarahnya, yaitu merupakan tempat Raja Buleleng I Gusti Anglurah Panji Sakti membebaskan kapal dagang dari China yang tersangkut karang. 

Konon katanya, Panji Sakti hanya menghunuskan keris untuk mendorong kapal tersebut agar bebas dari karang dan kembali ke lautan. ***

Editor : Donny Tabelak
#Pemprov Bali #Gelombang #Balai Wilayah Sungai #pura #desa panji