Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Suarakan Kesetaraan: Ni Luh Puspa Singgung Tantangan Perempuan di Sektor Pariwisata

Eka Prasetya • Minggu, 8 Desember 2024 | 02:37 WIB

 

BICARA PEREMPUAN: Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa (baju merah) saat sesi talk show bersama Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Buleleng.
BICARA PEREMPUAN: Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa (baju merah) saat sesi talk show bersama Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Buleleng.

BANJAR, RadarBuleleng.id - Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati bertemu dengan para wanita pecinta kain Bali, di Buleleng.

Pertemuan itu berlangsung di Hotel Lovina Heaven, Kecamatan Banjar, pada Sabtu (7/12/2024) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri yang akrab disapa Ni Luh Puspa itu bertemu dengan para wanita yang tergabung dalam Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Buleleng.

Agenda itu bertepatan dengan Talk Show Peringatan Hari Ibu dengan tema “Perempuan Dalam Konteks Budaya Global” yang dihelat oleh KCKB.

Dalam sambutannya, Ni Luh Puspa mengatakan pembangunan budaya dan pariwisata tidak lepas dari peran perempuan.

Ia menyebut perempuan sebagai pilar utama dalam menciptakan keseimbangan sosial budaya. Termasuk pada destinasi pariwisata yang ada di Bali.

“Bayangkan, kalau nggak ada ibu-ibu penenun, siapa yang mengenalkan endek Bali? Kalau perempuan Bali tidak menari, siapa yang mengenalkan kesenian kita? Perempuan itu banyak sekali perannya dan punya peran luar biasa sebagai penjaga budaya,” ujarnya.

Baca Juga: Kunjungi Pantai Lovina, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Kenang Masa Kecil

Bukan hanya dalam budaya, Ni Luh menyebut perempuan juga punya kontribusi yang besar pada sektor pariwisata. Merujuk data Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Pariwisata, ada 54,22 persen perempuan yang bekerja di sektor pariwisata.

Meski perempuan mendominasi, sayangnya mereka tidak punya kesempatan yg sama menjadi pemimpin. 

Bahkan pendapatan para wanita yang bekerja di sektor pariwisata 14,7 persen lebih rendah dibandingkan pria.

“Hal ini disebabkan ada stereotip gender, keterbatasan akses pendidikan, dan keterbatasan peluang tumbuh,” ujarnya.

Untuk mewujudkan kesetaraan partisipasi perempuan di sektor pariwisata, ia mendorong partisipasi perempuan pada industri pariwisata. Caranya dengan memberikan pelatihan, akses pasar, dan pendampingan.

Selain itu, perempuan juga harus terlibat dalam pengambilan keputusan. Terakhir, perempuan juga harus mendapatkan dukungan teknologi.

Dengan strategi tersebut, Ni Luh optimistis perempuan akan semakin berperan pada sektor pariwisata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Ni Luh Puspa #pariwisata #perempuan #kain bali #buleleng