Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TKI Asal Buleleng jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, BP Jamsostek Bakal Berikan Beasiswa pada Anak Mendiang

Francelino Junior • Jumat, 10 Januari 2025 | 22:48 WIB

 

DAPAT BEASISWA: Suasana di rumah keluarga Ni Ketut Nurhayati, pekerja migran asal Buleleng yang diduga meninggal akibat pembunuhan di Malaysia.
DAPAT BEASISWA: Suasana di rumah keluarga Ni Ketut Nurhayati, pekerja migran asal Buleleng yang diduga meninggal akibat pembunuhan di Malaysia.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ni Ketut Nurhayati, 39, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng dinyatakan meninggal di Malaysia. Dia menjadi korban pembunuhan.

Jenazah mendiang sudah berhasil dipulangkan ke rumah duka di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka sejak Rabu (8/1/2025) lalu.

Setelah jenazahnya berhasil dipulangkan, kini pemerintah mulai membahas hak-hak yang harus diterima mendiang dan keluarganya. Salah satunya adalah pemberian beasiswa bagi anak-anak mendiang.

Hak-hak mendiang dan keluarganya akan dipenuhi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Kepala BP Jamsostek Buleleng, Nelson Hasudungan mengatakan, anak-anak mendiang berhak mendapatkan beasiswa.

Dari 8 orang anak yang dimiliki mendiang dan suaminya, hanya 2 orang saja yang berhak beasiswa. Beasiswa itu diterima mulai dari TK hingga kuliah.

”Sesuai undang-undang hanya dua anak yang dapat beasiswa. Saya tanya, ada 8 orang anaknya. Jadi kesepakatan keluarga saja. Beasiswa untuk anak mulai dari TK sampai dengan kuliah,” ujar Nelson

Untuk diketahui, besaran beasiswa yang diberikan berbeda di tiap jenjang pendidikan yang ditempuh. Nelson menyebut, untuk jenjang TK hingga SD besaran beasiswa Rp 1,5 juta per tahun. SMP Rp 2 juta per tahun, SMA Rp 3 juta per tahun, dan kuliah Rp 12 juta per tahun.

Nelson menjelaskan, Nurhayati memang menjadi anggota BP Jamsostek. Pekerja migran itu berangkat melalui agen penyalur resmi. Meski saat sampai di Malaysia, Nurhayati pindah kerja, alias tidak sesuai dengan kontrak kerja awal.

Selain itu, keluarga juga akan mendapat Jaminan Kematian (JKM) dari BP Jamsostek. Hanya saja, Nelson enggan mengungkap nominal santunan tersebut.

”Mohon maaf, untuk santunan kematian tidak etis untuk disebutkan nominalnya. Tapi yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota BP Jamsostek. Apa yang jadi haknya sudah kami urus,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Made Juartawan mengatakan, pihaknya juga sudah membantu mengurus beberapa dokumen yang diperlukan. Seperti akta kematian.

”Kami harap dana itu segera cair, mengingat akan dimanfaatkan untuk upacara dan sebagainya,” ujar Juartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, TKI asal Desa Gitgit, Buleleng, yakni Ni Ketut Nurhayati dilaporkan meninggal di Malaysia. Dia diduga menjadi korban pembunuhan.

Situs berita Malaysia, bharian.com melaporkan telah terjadi peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan seorang wanita asal Indonesia berusia 39 tahun meninggal dunia.

Jenazah wanita itu ditemukan di dalam sebuah kamar hotel di kawasan Puchong, Malaysia, pada pukul 22.15, Selasa (31/12/2024) lalu dalam kondisi berlumuran darah.

Polis Diraja Malaysia dikabarkan telah menahan dua orang WNA yang terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Salah seorangnya diketahui WNA Bangladesh yang ditangkap di wilayah Putrajaya, Malaysia. (*)

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#jamsostek #tki #pekerja migran #beasiswa #BP Jamsostek #buleleng #tenaga kerja