SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Sebanyak 400 orang di Buleleng mengikuti ritual cisuak atau tolak bala pada Rabu (12/2) kemarin.
Prosesi ini masih dalam rangka Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili/2025. Orang-orang dengan shio tertentu yang dianggap ciong (sial), mengikuti kegiatan ini.
Dari pantauan, ratusan orang datang silih berganti untuk mengikuti prosesi ini, yang fokus kegiatan berada di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio di Jalan Pulau Flores Nomor 1, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Cisuak merupakan rangkaian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2025. Untuk diketahui, Rabu (12/2) merupakan hari terakhir dari rangkaian Imlek tahun Ular Kayu, yang perayaan awalnya sudah dimulai sejak Selasa (14/1) lalu.
Tauchia 1 (Wakil Ketua Adat) TITD Seng Hong Bio, Bambang Setiawan alias Tan Cun Lien mengatakan, mereka yang mengikuti cisuak merupakan orang-orang yang shio kelahirannya bertentangan dengan ular kayu atau mengalami ciong.
Pada tahun ular kayu 2576 ini, diketahui ada sejumlah shio yang akan mengalami ciong atau kesialan.
Yakni ular dan babi yang masuk ciong besar, sedangkan kera dan macan masuk ciong kecil.
”Cisuak diadakan 15 hari setelah Imlek. Jadi orang-orang dengan shio yang ciong di tahun ular kayu, semoga menemukan kesejahteraan, kemakmuran, kesehatan, dijauhkan dari segala mara bahaya setelah ikut ritual ini,” ujarnya.
Dalam prosesnya, masyarakat yang mengikuti cisuak diharapkan mendaftar terlebih dahulu di lokasi.
Nantinya mereka akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berisi 20 orang, yang dipandu oleh satu orang rohaniawan dan dua orang pembantu rohaniawan.
Mereka yang hendak melepaskan kesialannya, diajak bersembahyang dimulai dari tien kung (altar depan), kemudian masuk ke dalam dan bersembahyang di cong sen min (altar tengah) dan di altar Ketua Kongco Seng Hong Ya.
Kemudian mereka diberikan tirta di luar klenteng, dilanjutkan pemotongan sedikit rambut yang dimasukkan ke dalam amplop angpao untuk di-larung.
Selanjutnya, mereka diberikan satu piring kecil berisi kacang-kacangan. Mereka diarahkan untuk mengelilingi kongco sembari membuang kacang ke arah belakang.
Terakhir, peserta cisuak dapat melepas burung atau makhluk hidup lainya ke alam bebas. Namun ini bersifat tidak wajib untuk dilakukan.
”Banyak orang yang ikut, tidak hanya Tionghoa saja, namun juga dari luar. Lintas agama dan etnis,” tambah Bambang.
Rabu (12/2) merupakan rangkaian akhir dari Imlek 2025. Mulai pukul 08.30 Wita dilakukan yuan xiao jie atau sembahyang cap go meh. Dilanjutkan dengan cisuak atau sembahyang tolak bala.
Semua rangkaian ditutup dengan pelepasan lampion dan lentera doa, pukul 21.00 Wita.***
Editor : Donny Tabelak