SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Sekaa Teruna Teruni (STT) Astitining Laksana di Lingkungan Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng kembali dengan konsisten mereka yang membuat ogoh-ogoh berukuran besar.
Di 2025, mereka membuat ogoh-ogoh Rahwana dan Jatayu dengan pesan tersirat, yakni kesetiaan.
Dari pantauan, ogoh-ogoh ini memiliki tiga objek yang berbeda. Yakni Rahwana, Jatayu, dan Sinta.
Berbeda tipis dengan sketsa awal karya seni ini, yang awalnya hanya menampilkan Rahwana dan Jatayu saja.
”Ogoh-ogoh ini menggambarkan saat pertarungan antara Rahwana melawan Jatayu, saat menculik Sinta. Pesannya tentang kesetiaan,” ujar Undagi (arsitek ogoh-ogoh), Gede Bagus Eka Putra pada Rabu (26/3) sore.
Dijelaskannya, ogoh-ogoh setinggi tiga meter, lebar dua meter, dan berat sekitar 150 kilogram, dikerjakan oleh tim utama sebanyak lima orang yang didukung dengan anggota STT yang ada, sejak Januari dan berakhir Rabu (26/3). Idenya pun berasal dari sejumlah inspirasi dan bacaan yang ada.
Dalam kisah Ramayana, kata Eka Putra, Rahwana yang merupakan raja raksasa menculik menculik Sinta.
Namun saat itu Rahwana berhadapan dengan Jatayu, yang saat itu mendengar jeritan Sinta.
Jatayu juga diketahui berteman dengan ayah Rama, suami Sinta. Dalam pertarungan itu, Jatayu kemudian harus gugur.
Dalam prakteknya, pembuatan ogoh-ogoh ini sudah menelan dana mencapai Rp 10 juta.
Rahwana dengan kemiringan sekitar 60 derajat memegang Sinta, sedangkan Jatayu menginjak paha raksasa itu.
Kendalanya pun hanya saat finishing saja, yakni saat memasang payasan, terpengaruh dengan posisi ogoh-ogoh dan ukurannya.
”Jadi saya Jatayu yang bergerak. Awalnya ingin kepala Rahwana dan sayap Jatayu yang bergerak. Namun pertimbangan berat, maka sayap Jatayu saja yang bergerak,” lanjut Undagi Eka Putra.
STT Astitining Laksana memang konsisten dalam membuat ogoh-ogoh berukuran besar. Tidak sekedar besar, namun juga memiliki makna mendalam.
Eka Putra mengatakan, tidak hanya berukuran besar saja, namun ogoh-ogoh pihaknya juga dibuat dengan banyak objek.
Selain melanjutkan tradisi di tempatnya, yang memang membuat ogoh-ogoh dengan ukuran besar, ini juga dilakukan agar saat pengerupukan ogoh-ogoh terlihat mencolok dan beda dari yang lain.
Rencananya, ogoh-ogoh Rahwana melawan Jatayu akan diarak hanya di lingkungan Kelurahan Kampung Baru saja pada Jumat (28/3), sebab tidak diikutkan dalam lomba apapun.
”Kalau buat ogoh-ogoh kecil kurang puas, jadi kami di sini lebih suka buat yang besar. Jadi enak dilihat,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak