SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Tahun 2025, Selasa (24/6/2025).
Bertempat di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, kegiatan bertema “Berkarakter Kuat, Bangsa Hebat” ini diikuti sekitar 70 peserta, termasuk calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng Tahun 2025.
Kepala Badan Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono mengatakan, pendidikan wawasan kebangsaan sangat penting di tengah tantangan globalisasi, arus informasi digital, dan lunturnya nilai nasionalisme.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membentuk generasi muda yang berjiwa Pancasila, memiliki karakter kuat, semangat patriotisme, dan menjadi agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Empat narasumber hadir dalam kegiatan ini, membawakan materi yang mengupas empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Komang Surya Adnyana membuka sesi pemaparan dengan materi “Pancasila dalam Pendidikan Karakter Anak Muda”. Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai identitas nasional sekaligus benteng moral di tengah derasnya pengaruh negatif globalisasi.
“Pancasila bukan hanya hafalan, tapi harus dihidupkan dalam tindakan. Anak muda harus menjadi pribadi yang jujur, adil, dan cinta tanah air,” tegasnya.
Dilanjutkan oleh Dr. Gede Sandiasa yang membawakan materi tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut NKRI sebagai bentuk final negara Indonesia yang lahir dari perjuangan kolektif seluruh rakyat.
Sandiasa juga mengingatkan ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI, seperti radikalisme, separatisme, hingga hoaks digital.
“Semangat persatuan harus terus dijaga agar Indonesia tetap utuh dan berdaulat,” tegasnya.
Narasumber ketiga, Ni Putu Rahayu menekankan pentingnya pemahaman UUD 1945, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa. Ia mengulas sejarah lahirnya konstitusi Indonesia dan peran Paskibraka sebagai kader ideologis.
“Paskibraka dibekali wawasan kebangsaan agar mampu menjaga nilai-nilai dasar negara, khususnya saat negara menghadapi tantangan seperti korupsi atau bencana,” jelasnya.
Prof. I Nengah Suastika menutup sesi pemaparan dengan materi “Bhinneka Tunggal Ika” yang membahas pentingnya toleransi dan keberagaman dalam kehidupan berbangsa.
Ia menekankan pentingnya karakter kuat, melek teknologi, dan sikap demokratis di kalangan pemuda.
“Jangan biarkan keberagaman menjadi pemicu konflik. Sebaliknya, jadikan itu kekuatan bangsa,” demikian Suastika. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya