Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jejak Keluarga Bung Karno di Buleleng, Wabup Usul Ubah Nama Jalan Gunung Batur jadi Jalan Rai Srimben

Eka Prasetya • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:44 WIB

 

JEJAK BUNG KARNO: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Ia mengusulkan perubahan nama jalan di Kota Singaraja, untuk mengenang jejak keluarga Bung Karno di Bali Utara.
JEJAK BUNG KARNO: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Ia mengusulkan perubahan nama jalan di Kota Singaraja, untuk mengenang jejak keluarga Bung Karno di Bali Utara.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Penataan kawasan heritage di Kota Singaraja dengan fokus jejak keluarga Bung Karno di Bali Utara, kembali mencuat. 

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengusulkan agar nama Jalan Gunung Batur diubah menjadi Jalan Rai Srimben. 

Hal itu dilakukan untuk mempertegas lagi jejak sejarah keluarga Presiden Sukarno di Buleleng.

Usulan itu dilontarkan Supriatna usai menghadiri Parade Baca Puisi bertajuk “Mengembalikan Ingatan Sejarah Lewat Suara Sastra” yang digelar Jumat (15/8/2025) malam. 

Acara berlangsung di Jalan Gunung Batu Nomor 1, Kelurahan Paket Agung,  Singaraja. Lokasi tersebut merupakan bekas rumah kost Raden Soekemi Sosrodihardjo, yang notabene ayah Bung Karno.

“Kalau memang memungkinkan, bila perlu Jalan Gunung Batur ini ganti namanya menjadi Jalan Rai Srimben. Supaya ada jejak sejarah dari keberadaan tempat ini,” kata Supriatna.

Lebih jauh, ia menyebut penataan kawasan heritage akan menyasar sejumlah titik penting. Mulai Taman Bung Karno, Bale Agung, rumah kos Raden Soekemi, hingga Kantor Bupati Buleleng. 

Jalur-jalur tersebut diharapkan bisa menjadi “titik nol” sejarah Kabupaten Buleleng.

Menurut Supriatna, inisiatif masyarakat dalam menghidupkan kembali sejarah patut diapresiasi. 

“Kalau acara seperti ini lahir dari masyarakat, itu jauh lebih baik. Artinya ada kesadaran bersama bagaimana nilai-nilai kesejarahan di Buleleng, tetap diingat sepanjang masa,” tambahnya.

Sementara itu, jejak sejarah Raden Soekemi, ayah Proklamator Soekarno, kembali diangkat lewat Parade Baca Puisi. 

Ketua Panitia, Ketut Wiratmaja, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyambung kembali memori sejarah yang sempat pudar.

“Selama ini kita lebih mengenal sosok Nyoman Rai Srimben. Padahal Raden Soekemi juga bagian penting dari sejarah itu. Banyak yang tidak tahu beliau pernah kos dan mengajar di sini. Melalui acara ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa Buleleng punya jejak penting dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Parade Baca Puisi di rumah kos Raden Soekemi ini sekaligus menjadi rangkaian upaya menghidupkan memori sejarah Buleleng. 

Sebelumnya, SD Negeri 1 Paket Agung—tempat Raden Soekemi pernah mengajar—juga merayakan 150 tahun atau 1,5 abad berdirinya sekolah tersebut. (*)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Gede Supriatna #sukarno #Raden Soekemi Sosrodihardjo #rai srimben #bung karno #sejarah #rumah kost #sastra #proklamator #titik nol #paket agung #jalan #heritage #buleleng #wakil bupati #Singaraja #presiden