SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Akses menuju lahan ketahanan pangan di kawasan hutan kota, Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali kembali terputus.
Jembatan bailey milik Batalyon Zeni Tempur 18/Yudha Karya Raksaka Kodam IX/Udayana dibongkar untuk dipindahkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jembatan itu lebih dibutuhkan di NTT, mengingat belum lama ini terjadi banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, NTT, yang menyebabkan akses infrastruktur terputus.
Jembatan baja seberat 70 ton itu sebelumnya dipinjamkan ke Pemkab Buleleng sejak Januari 2024.
Kehadirannya sempat membuka akses lahan milik pemkab yang sebelumnya terisolasi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan pembongkaran tersebut, Selasa (30/9). Namun ia menegaskan aktivitas ketahanan pangan tetap berlanjut.
“Jembatan itu kan kita pinjam, sekarang dipakai di NTT karena ada bencana. Jadi diangkut ke sana. Untuk sementara, kegiatan di hutan kota tetap jalan, meski harus lewat sungai. Kalau bawa pupuk ya manual,” jelas Melandrat.
Ia mengakui hilangnya jembatan mengganggu fungsi edukasi dan aktivitas masyarakat di hutan kota. Namun aktivitas pemeliharaan tetap berlanjut.
Selain pertanian, lokasi ini juga dimanfaatkan untuk pelatihan kelompok tani dan edukasi siswa.
Meski begitu, sejumlah tanaman seperti cabai, gumitir, jagung, hingga kapas tetap dirawat.
“Kemarin juga baru panen padi beras merah Munduk. Saat ini ada 12 petugas yang masih bertugas di sana,” imbuhnya.
Sebagai solusi sementara, ada wacana pembangunan jembatan bambu. Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkab Buleleng sudah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen.
“Pak bupati sudah berkomitmen membangun jembatan permanen. Mudah-mudahan Januari 2026 bisa terealisasi. Untuk pembangunan jembatan ranahnya di PU, kami hanya fokus pada pengelolaan lahan pertanian,” terang Melandrat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya